Polisi Buru Admin Grup Facebook 'Gay Tuban Lamongan Bojonegoro'
Grup yang dikabarkan memiliki lebih dari 10 ribu anggota itu kini dalam pantauan pihak berwenang untuk mengungkap siapa pengelolanya.
Kepolisian Resor (Polres) Lamongan Tengah melakukan penyelidikan terhadap sebuah grup Facebook yang belakangan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Grup yang dikabarkan memiliki lebih dari 10 ribu anggota itu kini dalam pantauan pihak berwenang untuk mengungkap siapa pengelolanya.
Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto membenarkan bahwa pihaknya sedang menindaklanjuti laporan terkait keberadaan grup tersebut. Namun, dia belum dapat mengungkap hasil penyelidikan secara rinci.
"Kami sedang menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan. Hasilnya belum bisa kami sampaikan," ujar Agus kepada awak media, Senin (2/6).
Agus meminta publik agar bersabar menunggu hasil penyelidikan. Dia juga menyoroti bagaimana fitur berbagi dalam aplikasi media sosial memungkinkan suatu grup berkembang pesat dalam waktu singkat.
"Itu bisa terjadi karena adanya fitur berbagi di aplikasi, sehingga menyebar dengan cepat," katanya.
Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Rizky Akbar Kurniadi turut mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berlangsung.
Namun, dia menekankan bahwa pihaknya tidak dapat mengungkap detail teknis penyelidikan secara terbuka. Dia juga mengajak masyarakat untuk berkontribusi dalam pengumpulan informasi guna membantu kepolisian.
"Kami meminta bantuan kepada masyarakat. Jika ada informasi apapun terkait kasus ini, silakan sampaikan kepada kami," tegas AKP Rizky.
Polres Lamongan berjanji akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh, dan berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam memberikan informasi yang relevan.
Grup Dibuat 3 Tahun Lalu
Diketahui, sebuah grup menyimpang bernama grup "gay Tuban Lamongan Bojonegoro" viral di media sosial (medsos) facebook (FB). Mirisnya, grup yang menyimpang secara seksual itu telah memiliki setidaknya sepuluh ribu lebih anggota yang tersebar dari berbagai daerah.
Dari hasil penelusuran, group Facebook itu diketahui bersifat tertutup. Untuk masuk ke dalam group tersebut harus dengan persetujuan admin. Grup menyimpang di Facebook ini diketahui dibuat oleh sang admin sejak 3 tahun yang lalu.
Dari informasi yang dihimpun, grup tersebut juga berisi ajakan dan pencarian sesama pria untuk melakukan hubungan menyimpang atau hubungan sesama jenis.
Keberadaan grup menyimpang itu salah satunya diungkapkan oleh akun IG @dhemit_is_back01. Dalam postingannya, dia menyebut jika para anggota grup itu dapat membuat identitas anonim, sehingga membuat siapa pun bisa membuat status tanpa menampilkan identitas aslinya.
"Facebook kini menyediakan fitur peserta anonim, yang membuat siapapun bisa membuat status tanpa menampilkan identitas aslinya," tulisnya.