Hanya dalam tempo waktu dua hari, anggota Grup bernama "Gay Tuban Lamongan Bojonegoro" yang ada di platform Facebook langsung bertambah pesat. Sejak pertama kali mencuat ke publik, grup tersebut sudah mencapai 10 ribu anggota. Kini, anggota grup penyuka sesama jenis itu sudah menjadi 11 ribu anggota.
Tidak hanya itu, sejak polisi melakukan pemantauan, admin grup yang awalnya membuat grup gay itu terkesan eksklusif alias tertutup, pada Selasa (3/6) ini sudah dapat dilihat secara terbuka oleh publik.
Saat dilihat sekitar pukul 12.50 WIB, terlihat banyak sekali postingan yang berisi kata-kata vulgar, gambar, maupun video tak senonoh dari anggota grup tersebut.
Tidak hanya itu dalam postingan, grup gay itu ternyata juga pernah menggelar sebuah acara. Acara atau agenda yang diikuti oleh anggota grup tersebut diberi judul "Golek (mencari) Kehangatan". Agenda itu diberi jadwal pada tanggal Senin 19 Mei lalu, bertempat di Bojonegoro.
Apakah acara tersebut terlaksana atau tidak, tak ada keterangan lebih jelas pada grup tersebut.
Pengaruh Fitur Berbagi
Sistem grup yang awalnya tertutup menjadi terbuka alias dapat dilihat oleh publik pun mengesankan adanya tantang dari admin pada polisi.
Sebab, sehari sebelumnya, Kapolres Lamongan AKBP Agus Dwi Suryanto menyatakan pihaknya sedang menindaklanjuti laporan terkait keberadaan grup menyimpang tersebut.
"Kami sedang menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan. Hasilnya belum bisa kami sampaikan," ujar AKBP Agus.
Menanggapi soal pesatnya jumlah anggota dalam grup penyuka sejenis itu, Agus menyatakan hal itu dimungkinkan karena adanya fitur berbagi dalam aplikasi media sosial memungkinkan suatu grup berkembang pesat dalam waktu singkat.
"Itu bisa terjadi karena adanya fitur berbagi di aplikasi, sehingga menyebar dengan cepat," katanya.
Awal Mula Grup FB Gay Terbongkar
Diketahui, dalam grup ini anggota dapat berkomunikasi dan mencari sesama pria untuk menjalin interaksi sesuai dengan minat mereka.
Salah satu fitur yang dianggap kontroversial adalah adanya peserta anonim, memungkinkan pengguna untuk membuat status tanpa mengungkapkan identitas asli mereka.
Keberadaan grup ini pertama kali diungkapkan oleh akun Instagram @dhemit_is_back01.
Dalam unggahannya, dia menyoroti bagaimana Facebook menyediakan fitur yang memungkinkan pengguna tetap anonim saat berinteraksi dalam grup semacam ini.
Advertisement