Geger Grup Gay di Solo, ini Respons Tegas Komdigi
Warga Solo dikejutkan dengan temuan grup Gay Surakarta dan sekitarnya yang beranggotakan hampir 14 ribu orang di Facebook.
Warga Solo dikejutkan dengan temuan grup Gay Surakarta dan sekitarnya yang beranggotakan hampir 14 ribu orang di Facebook. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Solo pun turun tangan.
Plt Kepala Diskominfo SP Kota Solo, Purwanti memastikan jika grup menyimpang yang meresahkan tersebut telah diturunkan dari unggahan (take down) media sosial Facebook usai diajukan permohonan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
"Ya intinya kita kan memang sudah memohon kepada Komdigi untuk take down itu. Nah itu kan sekali lagi memang kewenangan Komdigi dan tanpa pemberitahuan seperti itu," ujar Purwanti saat, Selasa, (23/9).
Lanjut Purwanti, tindakan take down merupakan kewenangan dari Komdigi dan langsung bisa hilang tanpa pemberitahuan.
Meski sudah hilang dari media sosial, berdasarkan penelusuran grup semacam di akun Facebook masih ada beberapa grup yang beranggotakan lebih sedikit. Di antaranya 'Grup Gay Surakarta dan sekitarnya' dengan anggota 2,6 ruby, grup 'Gay Solo Pengen Ketemuan' dengan anggota 2,7 ribu, Serra grup Gay Sragen, Karanganyar, Solo, Sukoharjo dengan anggota 2,4 ribu.
Menurut Purwanti, grup-grup tersebut memang mengarah ke hal-hal yang tidak pantas. Sehingga pihaknya akan memberikan perhatian khusus.
"Kalau memang mengarah ke hal-hal yang tidak pantas, ya nanti tetap menjadi perhatian di dari Kominfo. Nanti coba kita ini lagi identifikasi lagi, cek lagi ya," pungkasnya.
Media sosial Solo Raya dihebohkan dengan munculnya sebuah grup menyimpang bernama "GAY SURAKARTA DAN SEKITARNYA". Sangat miris, grup dengan memanfaatkan akun Facebook itu telah memiliki 13.995 anggota yang tersebar dari berbagai daerah.
Berdasarkan hasil penelusuran, grup tersebut bersifat tertutup. Untuk bisa bergabung dengan grup menyimpang itu harus seizin admin. Grup ini diketahui dibuat sejak 2 tahun lalu. Grup tersebut juga berisi ajakan dan pencarian sesama pria untuk melakukan hubungan menyimpang atau hubungan sesama jenis.
Keberadaan grup menyimpang itu diketahui setelah diungkapkan oleh akun Instagram @visit.surakarta. Saat itu pemilik akun @visit.surakarta hendak mencari grup dodolan (jualan).
“Lagi searching grup dodolan, lakok jedul iki. Membere meh 14 ewu sisan. Cek en menowo kancamu enek sing melu,” tulis pemilik akun instagram @visit.surakarta.
Kemudian terdapat tangkapan layar nama grup facebook tersebut. Gay Surakarta dan Sekitarnya. Grup publik, 13.946 anggota.
Wali Kota Solo, Respati Ardi mengaku prihatin usai mengetahui ihwal grup tersebut. Pihaknya akan segera mengecek.
"Prihatinlah, coba kita cek," katanya.