Polda Metro Selidiki Asal Senpi Pelaku Begal Usai 8 Pistol Disita
Polda Metro Jaya menyelidiki asal-usul delapan pistol milik pelaku begal dan memeriksa hampir 200 ponsel untuk membongkar jaringan.
Polda Metro Jaya terus mengembangkan penyidikan kasus begal jalanan dengan menelusuri asal-usul senjata api yang digunakan para pelaku.
Dari operasi Satgas Pemburu Begal sepanjang 1 hingga 22 Mei 2026, polisi menyita delapan pucuk senjata api beserta amunisi.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 173 pelaku berhasil ditangkap. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin mengatakan penyidik kini fokus mengungkap sumber peredaran senjata api tersebut.
“Kami sedang melakukan pendalaman terkait dengan sumber memperolehnya senjata api tersebut,” kata Iman kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Iman menegaskan pihaknya tidak ingin membiarkan peredaran senjata api ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat.
“Maka kami sedang melakukan pengembangan ke sana, dari mana sumber dari senjata api tersebut,” ujarnya.
Selain memburu pemasok senjata, polisi juga mendalami kemungkinan adanya jaringan lain di balik maraknya aksi begal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
“Kami sedang melakukan pendalaman terhadap kemungkinan adanya upaya atau dugaan skema-skema lain selain dari adanya kejadian kejahatan di beberapa waktu belakangan ini,” kata dia.
Hampir 200 HP Pelaku Diperiksa
Dalam pengembangan kasus, penyidik turut menyita hampir 200 telepon genggam milik pelaku maupun penadah. Seluruh perangkat kini diperiksa melalui laboratorium digital forensik Polri.
“Dari hampir 200 gawai yang kami amankan atau kami sita dari tangan pelaku maupun para penadahnya, kami sedang lakukan analisa digital pada laboratorium digital forensik Polri,” ucap Iman.
Pemeriksaan dilakukan di Puslabfor Polri dan Direktorat Siber Polda Metro Jaya untuk mencari kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Iman memastikan polisi akan menindaklanjuti setiap temuan yang mengarah pada jaringan lebih besar di balik aksi kejahatan jalanan tersebut.
“Kalau kami menemukan informasi digital dari hasil laboratorium forensik digital Polri ini, kami tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
“Kami akan terus lakukan pengembangan dan pengungkapan pada jaringan yang berada di atasnya atau yang mungkin menggerakkannya,” tandasnya.