Polda Jabar Gelar Doa Lintas Agama buat Korban Bencana Sumatra, ini Pesan Jenderal Bintang Dua Polri
Doa lintas agama dipimpin oleh ulama Islam dan pemuka agama lainnya, baik dari umat Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Polda Jawa Barat (Jabar) menggelar doa bersama untuk para korban dan penyintas bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Kamis (4/12). Kegiatan berlangsung di Aula Ditlantas Polda Jabar dan diikuti jajaran kepolisian, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat.
Doa lintas agama dipimpin oleh ulama Islam dan pemuka agama lainnya, baik dari umat Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu. Suasana khidmat pun menyelimuti ruang aula selama sesi doa dipanjatkan. Tampak para peserta menundukkan kepala, khusuk, kala untaian doa dipanjatkan untuk para korban meninggal, luka, hingga masyarakat yang masih dinyatakan hilang.
Bentuk Solidaritas Jabar
Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, mengatakan doa bersama ini menjadi bentuk solidaritas Jawa Barat terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra. Ia pun mengungkapkan rasa keprihatinan atas bencana besar yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
“Tentunya kita masih ingat peristiwa tanggal 24, tanggal 25 yang terjadi di belahan Timur Sumatra, di Provinsi Aceh Sumatra Utara dan di Sumatra Barat. Kita melihat ada gulungan air yang cukup besar yang datangnya tiba-tiba yang mengakibatkan ratusan saudara-saudara kita meninggal dunia dan maaf puluhan ribu lainnya harus mengungsi dari tempat tinggal, harus ke tempat yang lebih aman,” ujar dia dalam sambutan yang disampaikan secara virtual dari Polresta Cirebon.
Rudi mengatakan, penderitaan warga terdampak masih berlangsung hingga kini. Banyak dari mereka kehilangan akses komunikasi dengan keluarga, kesulitan mendapatkan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Menuntut Kepedulian Semua Pihak
Menurutnya, kondisi yang dipicu badai siklon itu datang tanpa diduga dan melibas pemukiman warga dalam waktu singkat menuntut kepedulian seluruh pihak.
“Saudara-saudara kita itu mengalami beberapa ketidaknyamanan di antaranya adalah terputusnya hubungan silaturahmi mereka dengan keluarganya, kemudian kurangnya bahan makanan obat-obatan dan sebagainya ini menunjukkan suatu keprihatinan yang luar biasa bagi kita semua,” tutur dia.
Ia mengisyaratkan bahwa doa bersama hari ini memiliki dua tujuan utama, mendoakan para korban serta memohon perlindungan bagi masyarakat Jawa Barat dari bencana serupa. Lewat doa lintas agama, Kapolda berharap kekuatan dan ketabahan diberikan kepada para penyintas, sekaligus menumbuhkan keikhlasan masyarakat Jabar untuk membantu.
“Semoga ini menjadi amal ibadah bagi kita semua kita senantiasa diberikan keselamatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah menjalankan kegiatan kita dan doa-doa kita semua diijabah oleh Allah subhanahu wa ta'ala,” tutupnya.