Pidato di Forum Bloomberg, Jokowi Curhat saat Awal Jadi Presiden
Kepada audience, Jokowi juga memamerkan sejumlah keberhasilan dalam pembagunan infrastruktur digital.
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi menyampaikan materi pidato di Bloomberg New Economy Forum, di New Capella Hotel, Singapura, Jumat (21/11). Di awal pidatonya Jokowi yang juga sebagai anggota Dewan Penasihat Bloomberg bercerita saat awal dirinya menjadi Presiden RI.
"Ketika saya menengok kembali perjalanan Indonesia selama satu dekade terakhir, saya melihat satu pelajaran yang jelas. Perubahan tidak pernah mudah, tetapi perubahan itu perlu," ujar Jokowi menggunakan Bahasa Inggris.
"Saat pertama kali saya menjadi Presiden, saya memiliki pertanyaan sederhana. Bagaimana kita bisa membangun ekonomi yang kuat untuk 280 juta penduduk? Kami tahu tidak ada jalan pintas. Itulah sebabnya kami fokus pada hal-hal mendasar. Membangun jalan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik dan jaringan digital karena tanpa infrastruktur yang kuat, ekonomi tidak akan bisa tumbuh," bebernya.
Pamer Pembangunan Infrastruktur Digital di Eranya
Kepada audience, Jokowi juga memamerkan sejumlah keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur digital. Kemajuan besar telah dicapai.
"Indonesia juga telah membuat kemajuan besar dalam infrastruktur digital, mulai dari membangun pusat data, meluncurkan satelit baru, memperluas jaringan digital, hingga meningkatkan konektivitas di seluruh negeri," katanya.
"Kami memperkenalkan regulasi yang mendorong bisnis lokal dan startup untuk berkembang. Hari ini, kami memiliki alasan kuat mengapa pembangunan infrastruktur dan regulasi sangat penting sebelum melangkah menuju intelligence economy," sambungnya.
Jokowi Menegaskan Pentingnya Pembangunan Infrastruktur
Jokowi menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur yang akan memberikan fondasi bagi konektivitas, aliran data, dan integrasi teknologi.
"Ini adalah tulang punggung terbaik yang membuat ekonomi cerdas dapat berjalan," tandasnya
Lanjut Jokowi, dengan regulasi yang tepat, ekosistem akan tumbuh lebih kuat dan lebih cepat. Sehingga memungkinkan inovasi, teknologi, dan kewirausahaan berkembang bersama.
"Inilah bagaimana peluang-peluang baru lahir. Startup Indonesia seperti Gojek, Tokopedia, Halodoc, dan Traveloka tumbuh karena ekosistem mendukung mereka. QRIS Indonesia membuat pembayaran digital menjadi mudah dan universal. Hari ini, seorang pedagang kaki lima di desa kecil menggunakan sistem pembayaran yang sama dengan yang digunakan perusahaan besar di Jakarta," katanya lagi.
Langkah Menuju Ekonomi Cerdas
Dikatakan Jokowi, saat ini Indonesia juga sedang belajar bagaimana memanfaatkan data, teknologi, dan sumber daya secara lebih baik melalui inisiatif hilirisasi dan sektor baterai kendaraan listrik (EV).
"Ini adalah langkah menuju ekonomi cerdas. Di sisi lain, kami memastikan bahwa anak-anak muda dan UMKM kami dilatih dengan keterampilan digital dan data agar dapat berkembang," ucapnya.
"Kami juga memastikan pertumbuhan ini berkelanjutan bagi masyarakat dan planet kita. Satu hal lagi, Indonesia adalah bagian dari rantai pasok global untuk baterai kendaraan listrik. Bagi kami, ini bukan hanya soal ekonomi, ini tentang membangun fondasi yang kuat untuk masa depan," tutur dia.