Jokowi Ungkap Hasil Pertemuan Dengan Bos Bloomberg
Pembicaraan dengan Michael Bloomberg dan tokoh dunia lainnya terkait adanya perubahan besar, revolusi dalam penggunaan AI dan lainnya.
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo alias Jokowi mengungkapkan hasil kegiatannya saat menghadiri acara Bloomberg New Economy Forum, di New Capella Hotel, Singapura, Jumat (21/11) lalu. Termasuk pertemuannya dengan bos Bloomberg, Michael Rubens Bloomberg.
Pembicaraan dengan Michael Bloomberg dan tokoh dunia lainnya terkait adanya perubahan besar, revolusi dalam penggunaan AI dan lainnya.
"Iya, kita ini kan meyakini bahwa ke depan akan ada sebuah perubahan besar. Sebuah revolusi dalam penggunaan AI, kemudian revolusi dalam penggunaan humanoid robotik, yang itu juga akan mempengaruhi perubahan cara kerja kita," ujar Jokowi saat ditemui awak media di kediaman pribadi, Sumber, Solo, Jumat (28/11).
"Sehingga saya sampaikan, memang kita harus meredefinisi lagi mengenai proses-proses, sistem, dan dan strategi yang harus di, ini akan menyangkut semua negara dilakukan oleh semua negara. Kalau enggak, memang kita akan ditinggal oleh perubahan itu. Kira-kira anunya itu," imbuhnya menjelaskan.
Harus Ada Persiapan
Jokowi menegaskan harus ada persiapan di berbagai bidang. Harus diperkenalkan kepada generasi muda mengenai AI, Algoritma dan lainnya.
"Jadi memang harus, yang paling penting harus dipersiapkan, harus di training, harus dikenalkan sejak awal dari SDM-SDM kita terutama anak-anak muda, mengenai AI mengenai algoritma, mengenai coding, mengenai machine learning. Mereka harus ngerti ini," terang Jokowi.
Jokowi memperkirakqn, dalam kurun waktu 5 sampai 15 tahun yang akan datang akan ada perubahan ke arah itu.
"Dan kita enggak boleh tertinggal," katanya.
Puji Prabowo-Gibran
Jokowi juga memuji persiapan yang dilakukan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menyambut perubahan besar tersebut.
"Ya, ini pemerintah kan bagus sekali. Pemerintah tahun depan sudah akan mengajarkan coding di sekolah-sekolah. Baik di sekolah dasar, SMP, SMA, SMK," katanya.
"Saya kira bagus sekali. Saya menyambut baik itu. Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah lewat instruksi Bapak Presiden Prabowo untuk mengajarkan coding. Mungkin awal coding, setelah itu algoritma, setelah itu machine learning, setelah itu AI dan lain-lain," katanya lagi.
Singgung QRIS
Jokowi juga menyinggung soal digital economy, khususnya sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Sistem pembayaran tersebut telah diterapkan di Indpnesia, bahkan sampai ke tingkat UMKM.
"Itu kan salah satu mengawali kita masuk ke digital ekonomi. Kemudian untuk masuk lagi ke era yang lebih baru lagi, era inteligen ekonomi itu salah satunya adalah QRIS ini kita menuju ke sana. Sehingga kita, UMKM kita lebih siap, masyarakat kita lebih siap," terangnya.
"Tapi saya kira sebuah awal yang bagus ya bahwa kita punya banyak unicorn, kita punya QRIS, saya kira bagus sekali," pungkasnya.
Jokowi menambahkan, dirinya akan kembali menghadiri Bloomberg New Economy Forum berikutnya, di India.
"Iya nanti masih tahun depan di India," pungkasnya.