Di Forum Bloomberg India, Jokowi Bicara Soal AI
Jokowi mengaku hampir semua tokoh dari seluruh negara membicarakan soal AI atau Artificial Intelligence.
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengikuti kegiatan Bloomberg New Economy Forum, di India, Jumat (20/2).
Salah satu kegiatan yang tak dilewatkan ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka adalah private breakfast, di The Leela Palace Hotel, New Delhi.
Ada 22 partisipan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Mukesh Aghi, Presiden & Kepala Eksekutif dari Forum Kemitraan Strategis AS-India, pembawa acara (anchor), dan editor senior terkemuka di Bloomberg TV, Aparna Bawa, Chief Operating Officer (COO) Zoom dan lainnya.
Saat ditemui usai salat Jumat (27/2) di rumahnya, Jokowi mengaku hampir semua tokoh dari seluruh negara membicarakan soal AI atau Artificial Intelligence.
"Iya. Hampir semua negara berbicara mengenai data sovereignty dan AI sovereignty. Jadi kedaulatan data dan kedaulatan AI," ungkapnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Solo mengatakan, dalam forum penuh keakraban itu ia menyampaikan pendapatnya. Menurutnya kedaulatan data itu mutlak dan sangat perlu bagi semua negara.
"Saya sampaikan di sana bahwa kedaulatan data itu mutlak dan sangat perlu bagi semua negara, utamanya negara-negara berkembang," ungkapnya.
Kedaulatan AI Itu Sulit
Namun, lanjut dia, berbeda dengan kedaulatan AI. Menurutnya itu sebuah hal yang sangat sulit. Tidak hanya bagi negara kecil atau menengah, bahkan negara sebesar Amerika Serikat.
"Tapi untuk kedaulatan AI saya kira itu sebuah hal yang sangat sulit ya. Untuk negara besar saja saya kira akan sulit. Amerika mau kedaulatan AI seperti apa? Wong chip, semikonduktor masih impor dari negara lain ?," katanya.
Tak hanya itu, lanjut Jokowi, internasional talentnya juga masih banyak yang dari India.
"Apalagi negara-negara berkembang. Saya kira yang paling paling penting adalah kedaulatan data," katanya.
Sementara untuk negara-negara berkembang, dikatakan Jolowi, masih perlu untuk mempersiapkan infrastruktur digital.
"Baik itu satelit, baik itu data center, baik itu fiber optik, baik itu menara BTS yang semuanya akan memberikan dukungan kepada nanti kalau era AI ini betul-betul akan kejadian. Karena menurut perkiraan saya 5 sampai 15 tahun yang akan datang akan ada revolusi besar Artificial Intelligence," bebernya.