Perkuat Sinergi, Polda dan Tokoh Agama Jaga Stabilitas Keamanan Poso
Polda Sulawesi Tengah memperkuat Sinergi Polda Tokoh Agama Poso serta eks napiter untuk menjaga stabilitas keamanan. Pendekatan humanis dikedepankan demi Poso yang kondusif.
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) mengambil langkah proaktif dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Poso. Mereka memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama tokoh agama serta mantan narapidana terorisme (eks napiter).
Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif. Kegiatan silaturahmi menjadi wadah penting untuk pertemuan lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol. Endi Sutendi menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas wilayah. Pendekatan humanis dan dialogis menjadi kunci utama dalam melibatkan seluruh elemen masyarakat di Poso.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Poso yang Kondusif
Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol. Endi Sutendi, menekankan bahwa silaturahmi adalah sarana vital untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Upaya ini krusial dalam menjaga keamanan wilayah Kabupaten Poso yang memiliki sejarah kompleks. Komitmen Polda Sulteng adalah menjaga stabilitas dengan langkah-langkah humanis dan dialogis, melibatkan seluruh elemen masyarakat demi Poso yang damai.
Kegiatan yang diberi nama "Silaturahmi Membangun Negeri" ini menjadi platform strategis bagi berbagai pihak. Acara tersebut mempertemukan aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat luas. Tujuannya jelas, yakni memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Poso secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan penting ini, puluhan mantan narapidana terorisme dan simpatisan juga turut hadir. Mereka berasal dari tiga wilayah operasi utama: Kabupaten Poso, Tojo Una-Una, dan Parigi Moutong. Kehadiran mereka menunjukkan cakupan luas dari upaya penguatan sinergi ini, sekaligus menjadi bukti nyata pendekatan rekonsiliasi yang diusung Polda.
Kapolda berharap, melalui kegiatan ini, komunikasi yang berkelanjutan dapat terbangun secara efektif. Hubungan erat antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat akan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Ini adalah bagian integral dari upaya menjaga stabilitas keamanan Poso yang terus diupayakan bersama.
Pendekatan Humanis dan Apresiasi dari Eks Napiter
Ustadz Reza, seorang mantan narapidana terorisme yang kini aktif dalam komunitas Sahabat Perubahan, menyampaikan apresiasi mendalam. Ia mengapresiasi Kapolda Sulawesi Tengah dan seluruh jajarannya atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan. Menurut Ustadz Reza, kepolisian telah bekerja keras menjaga keamanan Poso, terutama melalui Operasi Madago Raya yang telah berjalan efektif.
Lebih lanjut, Ustadz Reza juga menyatakan harapannya agar Operasi Madago Raya dapat diperpanjang. Ia berharap operasi tersebut terus berlanjut hingga tahun 2026 demi keberlanjutan stabilitas keamanan. Perpanjangan ini dianggap penting untuk memastikan Poso tetap kondusif dan terhindar dari potensi gangguan keamanan.
Ustadz Reza menyoroti adanya perubahan positif yang signifikan dalam tubuh Polri dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan ini terlihat dari pendekatan yang kini lebih humanis dan berkeadilan dalam setiap interaksi. Dialog dan musyawarah kini lebih dikedepankan dalam setiap penanganan masalah, menunjukkan transformasi yang sangat baik.
Ia menambahkan, "Kini pendekatan merangkul lebih diutamakan daripada kekerasan. Ini merupakan transformasi yang sangat baik." Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran strategi kepolisian dalam berinteraksi dengan masyarakat, khususnya di wilayah rawan. Pendekatan ini memperkuat Sinergi Polda Tokoh Agama Poso dan kepercayaan publik.
Sumber: AntaraNews