Perkuat Ketahanan Sosial, Satgas Madago Raya Poso Gelar Hipnoterapi untuk Eks Napiter
Satgas Madago Raya Poso terus berupaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat, termasuk keluarga eks napiter, melalui program hipnoterapi inovatif guna mencegah radikalisme.
Satuan Tugas Operasi Madago Raya Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Poso. Pada Minggu (21/12), Satgas Madago Raya Poso secara aktif memperkuat ketahanan sosial masyarakat melalui program hipnoterapi inovatif.
Kegiatan ini secara khusus menyasar keluarga eks narapidana terorisme (napiter) serta masyarakat umum di Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso. Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan lunak (soft approach) yang bertujuan untuk mencegah kembalinya paham radikalisme di tengah masyarakat.
Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, Kepala Satgas III Preventif Operasi Madago Raya Polda Sulteng, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memulihkan psikologis dan menguatkan mental warga. Harapannya, melalui hipnoterapi, masyarakat dapat kembali tenang, percaya diri, dan memiliki pola pikir yang lebih positif.
Pendekatan Lunak Satgas Madago Raya untuk Pemulihan Psikologis
Upaya Satgas Madago Raya Poso dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada aspek psikologis. Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre menekankan pentingnya pendekatan lunak ini sebagai strategi efektif. “Melalui kegiatan hipnoterapi ini, kami ingin membantu masyarakat, khususnya keluarga eks napiter, agar lebih tenang, percaya diri, serta menumbuhkan pola pikir positif,” ujarnya.
Program ini bertujuan untuk menumbuhkan pola pikir positif di kalangan masyarakat, khususnya mereka yang pernah bersinggungan dengan paham radikalisme. Dengan kondisi psikologis yang stabil, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah beradaptasi dan berkontribusi pada lingkungan yang damai. Ini adalah langkah proaktif Satgas Madago Raya Poso dalam menciptakan harmoni sosial yang berkelanjutan.
Pemulihan psikologis menjadi fondasi penting dalam mencegah penyebaran ideologi ekstrem. Satgas Madago Raya Poso menyadari bahwa penguatan mental adalah kunci untuk membangun komunitas yang tangguh dan resilien. Kegiatan hipnoterapi ini merupakan bukti nyata kepedulian terhadap kesejahteraan mental warga Poso.
Detail Program Hipnoterapi dan Sasaran Utama
Program hipnoterapi yang digagas oleh Satgas Madago Raya Poso ini menyasar dua wilayah spesifik di Kecamatan Poso Pesisir. Pertama, kegiatan dilaksanakan di Desa Ueralulu, yang melibatkan keluarga eks napiter dan masyarakat setempat. Kedua, program serupa juga diadakan di Dusun Tamanjeka, dengan fokus yang sama pada keluarga eks napiter dan warga sekitar.
Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 73 orang, terdiri dari 41 peserta dari Desa Ueralulu dan 32 peserta dari Dusun Tamanjeka. Jumlah partisipan yang signifikan ini menunjukkan antusiasme dan kebutuhan masyarakat akan program semacam ini. Satgas Madago Raya Poso berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak pihak dalam upaya pencegahan radikalisme.
Melalui sesi hipnoterapi, peserta diajak untuk lebih tenang dan percaya diri, serta memupuk pola pikir positif. Ini adalah bagian dari upaya komprehensif untuk membangun kedamaian dan memperkuat kehidupan sosial di Poso. Program ini diharapkan dapat menjadi model pencegahan radikalisme yang efektif dan berkelanjutan.
Berikut rincian lokasi dan jumlah peserta yang terlibat dalam program hipnoterapi ini:
Kolaborasi dan Harapan untuk Keamanan Berkelanjutan
Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre menegaskan bahwa perhatian terhadap kondisi psikologis warga adalah faktor krusial dalam pencegahan berkelanjutan. Keamanan di wilayah operasi, khususnya Kabupaten Poso, akan tetap terjaga jika melibatkan berbagai elemen masyarakat. Satgas Madago Raya Poso mendorong adanya sinergi antarpihak.
Program hipnoterapi ini bukan hanya tentang pemulihan individu, tetapi juga tentang pembangunan komunitas yang harmonis. Harapan besar adalah agar para peserta, terutama keluarga eks napiter, dapat kembali berbaur secara harmonis dengan masyarakat. Ini akan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.
Upaya Satgas Madago Raya Poso ini menjadi contoh bagaimana pendekatan humanis dapat melengkapi strategi keamanan tradisional. Dengan terus melibatkan masyarakat dan fokus pada kesejahteraan mental, Poso dapat mencapai stabilitas yang berkelanjutan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga Poso.
Sumber: AntaraNews