Terapi Psikologis Rehabilitasi Narkoba: Rutan Mentok & BNNK Bangka Beri Hipnoterapi untuk 100 Warga Binaan

Rutan Kelas IIB Mentok bersama BNNK Bangka menggelar program Terapi Psikologis Rehabilitasi Narkoba melalui hipnoterapi untuk 100 warga binaan, upaya pemulihan mental pecandu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terapi Psikologis Rehabilitasi Narkoba: Rutan Mentok & BNNK Bangka Beri Hipnoterapi untuk 100 Warga Binaan
Rutan Kelas IIB Mentok bersama BNNK Bangka menggelar program Terapi Psikologis Rehabilitasi Narkoba melalui hipnoterapi untuk 100 warga binaan, upaya pemulihan mental pecandu. (AntaraNews)

Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Bangka bersama Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Mentok, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meluncurkan sebuah program rehabilitasi inovatif. Program ini berupa terapi psikologis, khususnya hipnoterapi, yang ditujukan bagi warga binaan pemasyarakatan yang terlibat kasus narkoba. Inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam upaya pemulihan dan penanganan pecandu narkotika di wilayah tersebut.

Sebanyak 100 warga binaan pemasyarakatan di Rutan Mentok telah terpilih untuk mengikuti sesi terapi ini. Program ini bertujuan untuk membantu mereka sembuh dari ketergantungan zat terlarang. Pelaksanaan program ini menegaskan komitmen Rutan Mentok dan BNNK Bangka dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Ferly, menyatakan bahwa hipnoterapi menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat aspek mental dan spiritual. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya hidup tanpa narkoba. Kegiatan ini juga dikolaborasikan dengan aktivitas keagamaan dan olah jasmani untuk hasil yang optimal.

Memperkuat Mental dengan Pendekatan Hipnoterapi

Program Terapi Psikologis Rehabilitasi Narkoba melalui hipnoterapi ini dirancang khusus untuk mengatasi akar masalah ketergantungan. Metode ini fokus pada penguatan mental dan spiritual para warga binaan. Diharapkan, melalui pendekatan modern ini, kualitas mental dan emosional mereka dapat diperbaiki secara signifikan.

Andri Ferly menjelaskan, hipnoterapi merupakan bagian integral dari upaya pemulihan yang komprehensif. Selain itu, kegiatan keagamaan dan olah jasmani juga turut disertakan dalam kurikulum rehabilitasi. Kombinasi ini bertujuan untuk membentuk pola pikir positif dan kesadaran akan bahaya narkoba.

Pendekatan terapi modern ini diharapkan dapat membantu warga binaan dalam memperbaiki kualitas mental dan emosional mereka. Dengan demikian, mereka bisa lebih siap menghadapi tantangan setelah keluar dari rutan. Program ini juga menjadi bukti bahwa rehabilitasi tidak hanya tentang fisik, tetapi juga tentang kesehatan jiwa.

Inisiatif ini bukan hanya sekadar program, melainkan sebuah bentuk dukungan berkelanjutan bagi warga binaan. Tujuannya adalah agar mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan bebas dari jeratan narkoba. Pendekatan holistik ini menjadi kunci dalam proses rehabilitasi yang berhasil.

Sinergi BNNK dan Rutan: Harapan Baru untuk Warga Binaan

Kolaborasi antara Rutan Kelas IIB Muntok dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bangka ini merupakan sinergi kunci. Sinergi ini penting dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Program Terapi Psikologis Rehabilitasi Narkoba ini menunjukkan komitmen bersama kedua lembaga.

Kepala BNN Kabupaten Bangka, Hariyansyah, menegaskan bahwa kegiatan ini akan meningkatkan kualitas pembinaan dan rehabilitasi. Program-program yang terstruktur dan terarah sangat dibutuhkan. Dengan demikian, warga binaan dapat memperoleh bekal yang cukup untuk kehidupan pasca-pemasyarakatan.

Selain terapi, pelatihan dan pendidikan juga diberikan untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran warga binaan. Hal ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif mereka dalam proses rehabilitasi narkoba. Pada akhirnya, mereka diharapkan dapat berintegrasi kembali ke masyarakat dengan baik dan menjadi warga negara yang produktif.

Hariyansyah menambahkan, "Kita terus berupaya agar para warga binaan dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjadi warga negara yang produktif serta berkontribusi positif bagi masyarakat." Pernyataan ini menggarisbawahi visi jangka panjang dari program rehabilitasi tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi