Kapolda Jatim Ajak Ulama Bersinergi Wujudkan Keamanan, Perkuat Sinergi Ulama Polri di Madura

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengajak ulama dan pondok pesantren memperkuat Sinergi Ulama Polri demi keamanan dan ketertiban masyarakat di Madura.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kapolda Jatim Ajak Ulama Bersinergi Wujudkan Keamanan, Perkuat Sinergi Ulama Polri di Madura
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengajak ulama dan pondok pesantren memperkuat Sinergi Ulama Polri demi keamanan dan ketertiban masyarakat di Madura. (AntaraNews)

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), Irjen Pol Nanang Avianto, baru-baru ini melakukan kunjungan silaturahim ke Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Nanang secara langsung mengajak para ulama dan pengasuh pondok pesantren untuk memperkuat sinergi dengan aparat kepolisian. Ajakan ini bertujuan utama untuk bersama-sama menciptakan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jawa Timur.

Kunjungan strategis ini bukan sekadar silaturahim biasa, melainkan sebuah upaya konkret untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama. Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan bahwa kolaborasi antara kedua belah pihak sangat krusial. Sinergi yang kuat diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh dalam menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan di tengah masyarakat yang beragam.

Kapolda Jatim menekankan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendirian dalam menjaga keamanan. Oleh karena itu, peran ulama sebagai penerang umat dan umara sebagai penjaga ketertiban harus saling melengkapi. Penguatan ukhuwah islamiah dan sinergi yang terjalin baik antara ulama serta aparat keamanan menjadi kunci utama terciptanya kondisi wilayah yang kondusif.

Pentingnya Sinergi Ulama dan Polri untuk Stabilitas Sosial

Irjen Pol Nanang Avianto secara tegas menyatakan bahwa kolaborasi antara ulama dan aparat keamanan merupakan elemen vital dalam menjaga stabilitas sosial. Menurutnya, ulama memiliki peran strategis sebagai penerang umat yang membimbing moral dan spiritual masyarakat, sementara aparat kepolisian bertugas menjaga ketertiban dan penegakan hukum. "Polri tidak bisa bekerja sendiri," kata Kapolda Nanang, menggarisbawahi perlunya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, khususnya tokoh agama.

Sinergi Ulama Polri ini diyakini mampu menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Dengan adanya komunikasi dan kerja sama yang erat, berbagai potensi konflik atau gangguan keamanan dapat diantisipasi dan diatasi secara lebih efektif. Pertemuan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen menjadi bukti nyata komitmen kepolisian untuk merangkul tokoh agama dalam upaya menjaga kamtibmas.

Penguatan ukhuwah islamiah juga menjadi fokus utama dalam ajakan sinergi ini. Kapolda Jatim percaya bahwa dengan memperkuat tali persaudaraan sesama muslim, serta antara ulama dan umara, akan tercipta benteng pertahanan sosial yang kuat terhadap berbagai ancaman. Hal ini sejalan dengan pandangan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, RKH Mudatstsir Badrudin, yang menyatakan bahwa ulama juga memiliki kepentingan yang sama dalam menciptakan situasi kondusif.

RKH Mudatstsir Badrudin menyambut baik ajakan Kapolda Jatim, menyatakan bahwa silaturahim ini akan menjadi pijakan penting. "Silaturrahim kali ini akan menjadi pijakan dalam mewujudkan komitmen baik di masa-masa yang akan datang demi mewujudkan kondisi keamanan yang lebih baik pula," ujarnya, menunjukkan kesiapan ulama untuk terus berkolaborasi. Komitmen bersama ini diharapkan dapat membawa dampak positif jangka panjang bagi keamanan dan ketertiban di Madura.

Peran Pesantren dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Madura

Selain fokus pada aspek keamanan, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto juga menyoroti potensi besar pondok pesantren dalam pengembangan ekonomi kreatif. Ia mendorong pesantren untuk terus berinovasi dan mengambil peran aktif dalam sektor ini, khususnya di wilayah Madura. Pandangan ini didasari keyakinan bahwa pesantren memiliki kapasitas untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

Pesantren, dengan sumber daya manusia dan jaringannya, dapat menjadi pusat inkubasi bagi berbagai usaha kreatif. Mulai dari kerajinan tangan, produk olahan, hingga pengembangan teknologi sederhana, potensi ekonomi kreatif di lingkungan pesantren sangat besar. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan perekonomian regional Madura secara keseluruhan.

Dukungan terhadap ekonomi kreatif di pesantren juga merupakan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Dengan memberdayakan santri dan alumni, pesantren dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, mengurangi ketergantungan pada sektor tradisional, dan menciptakan lapangan kerja baru. Kapolda Jatim melihat ini sebagai peluang emas untuk mengintegrasikan pendidikan agama dengan pembangunan ekonomi yang inovatif.

Kunjungan Kapolda Nanang ke Ponpes Miftahul Ulum Panyeppen ini menjadi kesempatan penting dalam memperkuat kolaborasi antara ulama dan aparat penegak hukum. Ini juga mempertegas komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan keharmonisan sosial di Madura, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi melalui peran aktif pesantren. Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto bersama perwakilan ulama dari empat kabupaten di Pulau Madura turut menyambut kedatangan Kapolda, menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi