Gubernur Sulteng Ajak Warga Aktifkan Siskamling Lawan Narkoba, Perkuat Kamtibmas di Seluruh Desa
Gubernur Sulawesi Tengah menyerukan pengaktifan kembali Siskamling di setiap desa sebagai langkah konkret melawan narkoba dan menjaga ketertiban masyarakat. Bagaimana strategi Siskamling lawan narkoba ini akan diterapkan?
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengajak seluruh lapisan masyarakat di wilayahnya untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau Siskamling. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Gubernur saat ditemui awak media di Sigi pada hari Minggu.
Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta secara aktif memerangi peredaran narkoba yang kian meresahkan. Anwar Hafid menekankan pentingnya gerakan semesta dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah narkotika.
Setiap desa di Sulawesi Tengah diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan ronda malam secara rutin, serta menerapkan sistem wajib lapor 1x24 jam bagi setiap warga yang keluar masuk desa. Langkah ini diharapkan dapat menutup celah transaksi narkotika di wilayah tersebut.
Pentingnya Peran Siskamling dalam Perang Melawan Narkoba
Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) semata. Keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk melalui Siskamling, sangat krusial dalam upaya ini.
Melalui pengaktifan kembali pos-pos Siskamling, setiap pergerakan orang yang keluar masuk desa akan tercatat dengan baik. Sistem pencatatan ini berfungsi sebagai deteksi dini untuk mencegah potensi transaksi narkotika di lingkungan desa.
Gerakan semesta ini diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terawasi, sehingga ruang gerak para pelaku peredaran narkoba menjadi sangat terbatas. Partisipasi aktif warga dalam Siskamling menjadi benteng pertahanan pertama di tingkat komunitas.
Strategi Implementasi dan Dukungan Pemerintah Daerah
Gubernur Anwar Hafid berencana segera mengadakan pertemuan dengan para bupati dan walikota se-Sulawesi Tengah untuk membahas implementasi pengaktifan Siskamling ini. Koordinasi antar pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program Siskamling lawan narkoba ini.
Dalam pertemuan tersebut, akan dibahas detail teknis pelaksanaan ronda, sistem pelaporan, serta sosialisasi kepada masyarakat. Tujuannya adalah memastikan setiap desa memahami dan dapat menjalankan instruksi ini secara efektif dan berkelanjutan.
Pemerintah provinsi akan memberikan dukungan penuh agar inisiatif Siskamling ini dapat berjalan optimal di seluruh pelosok Sulawesi Tengah. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat dalam menjaga Kamtibmas.
Data Pengungkapan Kasus Narkoba di Sulawesi Tengah
Data menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius di Sulawesi Tengah. Selama tahun 2025, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah berhasil mengungkap 706 kasus narkoba.
Dari pengungkapan kasus tersebut, jumlah barang bukti sabu yang berhasil diamankan mencapai 160,14 kilogram. Angka ini menunjukkan skala permasalahan narkoba yang besar dan memerlukan tindakan komprehensif dari berbagai pihak.
Dengan adanya pengaktifan Siskamling, diharapkan angka kasus narkoba dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang. Upaya preventif di tingkat desa menjadi sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkotika.
Sumber: AntaraNews