Pemuda di Makassar Tewas Dianiya Saat Jemput Kekasih Rayakan Pergantian Tahun
Rifki mengaku sempat menegur para pelaku agar berhenti bermain petasan. Namun teguran tersebut tidak diindahkan.
Seorang pemuda inisial MFS (19) meninggal dunia usai dikeroyok di Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Rabu (31/12) malam. Pemuda tersebut tewas dikeroyok saat hendak menjemput kekasihnya untuk merayakan malam pergantian tahun.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Komisaris Wahiduddin membenarkan kejadian pengeroyokan tersebut. Ia mengatakan polisi telah membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kasus itu.
"Telah terjadi penganiayaan yang menyebabkan seorang pemuda meninggal dunia di Jalan Kerung-kerung. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan oleh Polrestabes Makassar bersama Polsek Makassar,” ujarnya singkat.
Sementara, kerabat korban Rifki Andika mengaku saat itu bersama korban berangkat dari Kabupaten Gowa ke Makassar untuk merayakan malam pergantian tahun. Dirinya bersama korban pun hendak menjemput kekasihnya.
"Saya temani sepupu ke pacarnya untuk rayakan tahun baru. Korban orang Pallangga, saya dari Bontonompo. Kami boncengan motor ke Makassar,” tuturnya.
Sempat Tegur Pelaku Main Petasan
Keduanya duduk menunggu di lokasi jualan kekasih korban. Saat itu, warga sekitar menyalakan petasan. "Saya sedang duduk, dua kali tembakan (petasan) ke sini (tempat jualan kekasih korban),” ungkapnya.
Rifki mengaku sempat menegur para pelaku agar berhenti bermain petasan. Namun teguran tersebut tidak diindahkan dan justru berujung pada pengeroyokan terhadap korban.
"Saya keluar dan bilang sudah, sudah. Tapi mereka lari ke sini dan main petasan lagi. Di situ saya lihat korban dikeroyok,” katanya.
Rifki memperkirakan ada tujuh pelaku yang mengeroyok korban hingga akhirnya meninggal dunia. Bahkan, Rifki melihat beberapa terduga pelaku membawa senjata tajam.
"Kurang lebih ada tujuh orang, dan ada yang bawa senjata tajam," ucapnya.