Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan Makassar yang Tewaskan Warga Gowa di Malam Tahun Baru 2026
Tragedi pengeroyokan Makassar menewaskan seorang pemuda asal Gowa saat malam pergantian tahun 2026 di Jalan Kerung-Kerung. Polisi kini memburu para pelaku yang terlibat.
Sebuah insiden tragis mewarnai malam pergantian Tahun Baru 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, ketika seorang pemuda tewas akibat pengeroyokan. Korban, MFS (19), warga Kabupaten Gowa, dikeroyok oleh sejumlah orang di Jalan Kerung-Kerung pada Kamis, 1 Januari 2026, setelah terlibat keributan terkait petasan.
Jajaran Kepolisian Resor Kota Besar Makassar kini tengah gencar melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku yang bertanggung jawab atas kematian MFS. Insiden pengeroyokan Makassar ini bermula dari hal sepele namun berujung fatal, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Kompol Wahiduddin, Kasi Humas Polrestabes Makassar, membenarkan adanya kasus pengeroyokan yang melibatkan sejumlah anak muda tersebut. Pihak kepolisian sedang dalam tahap pengembangan penyelidikan untuk mengungkap semua pihak yang terlibat dalam aksi brutal ini.
Kronologi Pengeroyokan Malam Tahun Baru di Makassar
MFS, korban pengeroyokan Makassar, diketahui sedang menemani pacarnya berjualan kuliner di Jalan Kerung-Kerung saat perayaan malam tahun baru. Suasana pesta kembang api yang meriah tiba-tiba berubah mencekam ketika sebuah petasan melesat dan meledak mengarah ke dirinya.
Merasa terganggu dan tidak terima, MFS kemudian mendatangi orang yang diduga meletuskan petasan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, respons yang didapat jauh dari harapan, beberapa pemuda justru langsung mengeroyok MFS hingga keributan tak terhindarkan.
Menurut kesaksian Rifki, salah satu kerabat korban, MFS dipukuli oleh para pelaku yang sebagian di antaranya bahkan membawa senjata tajam. Dalam insiden pengeroyokan ini, korban sempat ditikam pada bagian pinggang, menyebabkan luka serius dan pendarahan hebat.
MFS mengalami kondisi kritis akibat kehilangan banyak darah dan segera dievakuasi ke rumah sakit oleh polisi yang tiba di lokasi kejadian. Sayangnya, nyawa MFS tidak dapat diselamatkan; ia dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan perawatan medis yang memadai.
Penyelidikan Polrestabes Makassar dan Penangkapan Terduga Pelaku
Menanggapi kasus pengeroyokan Makassar yang menewaskan MFS, pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Petugas dari Polrestabes Makassar segera mengamankan lokasi kejadian dan memulai proses identifikasi serta pengejaran terhadap para pelaku.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pihak berwajib telah berhasil menangkap beberapa terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Penangkapan ini menjadi langkah awal penting dalam upaya penegakan hukum dan pencarian keadilan bagi korban.
Meskipun demikian, Kompol Wahiduddin menyatakan bahwa pihak kepolisian belum dapat memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan maupun identitas para terduga pelaku. Hal ini dikarenakan proses penyelidikan masih terus berlangsung dan membutuhkan waktu untuk memastikan semua fakta terungkap secara jelas.
Polrestabes Makassar berkomitmen untuk menuntaskan kasus pengeroyokan ini dan memastikan semua pihak yang bertanggung jawab mendapatkan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
Sumber: AntaraNews