6 Pemuda Keroyok Fiqri Hingga Meninggal Saat Malam Tahun Baru, Kini Hanya Tertunduk Lesu

Polrestabes Makassar menangkap enam pemuda terkait pengeroyokan yang menewaskan Muh Fiqri Syahrul saat malam Tahun Baru. Satu pelaku masih di bawah umur.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
6 Pemuda Keroyok Fiqri Hingga Meninggal Saat Malam Tahun Baru, Kini Hanya Tertunduk Lesu
6 Pemuda Keroyok Fiqri Hingga Meninggal Saat Malam Tahun Baru, Kini Hanya Tertunduk Lesu (Merdeka.com)

Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar mengamankan enam pemuda yang diduga terlibat penganiayaan hingga menewaskan Muh Fiqri Syahrul (19) di Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, saat malam pergantian tahun.

Kepala Polrestabes Makassar, Arya Perdana, menyebut para terduga pelaku berinisial R (20), F (18), MRP (15), MR (18), FMS (20), dan JMA (25).

“Jumlah orang yang ditangkap enam orang. Terdiri lima dewasa dan satu anak di bawah umur,” ujar Arya Perdana saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Senin (5/1).

Kronologi Bermula dari Petasan hingga Terjadi Pengeroyokan

Menurut Arya, insiden berawal ketika korban bersama temannya berada di sekitar lokasi dan melihat sekelompok pemuda menyalakan petasan. Salah satu petasan disebut mengarah ke warung tempat kekasih korban bekerja.

“Selanjutnya korban mendatangi pelaku. Di situ terjadi pengeroyokan dan salah satu pelaku menusuk korban dengan menggunakan senjata tajam (sajam),” kata dia.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusukan di bagian punggung dan kepala hingga meninggal dunia. Polisi menyebut motif penganiayaan dipicu rasa tersinggung.

“Untuk motifnya, ketersinggungan,” ucap Arya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-3, Pasal 351 ayat (3), dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Kesaksian Kerabat Korban

Kerabat korban, Rifki Andika, menuturkan dirinya bersama korban berangkat dari Kabupaten Gowa menuju Makassar untuk merayakan malam Tahun Baru sekaligus menjemput kekasih korban.

“Saya temani sepupu ke pacarnya untuk rayakan tahun baru. Korban orang Pallangga, saya dari Bontonompo. Kami boncengan motor ke Makassar,” ujarnya.

Ia mengaku sempat menegur para pelaku agar menghentikan aksi petasan, namun situasi justru berujung pengeroyokan.

“Saya keluar dan bilang sudah, sudah. Tapi mereka lari ke sini dan main petasan lagi. Di situ saya lihat korban dikeroyok,” katanya.

Rifki memperkirakan ada sekitar tujuh orang yang terlibat, beberapa di antaranya membawa senjata tajam.

Rekomendasi