Sempat Koma, Pemuda di Kota Serang Tewas Usai Dikeroyok Sejumlah Orang
Pemuda tersebut sempat beberapa hari koma di rumah sakit.
Seorang pemuda di Kota Serang tewas usai dikeroyok oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di tepi Jalan Veteran Kota Serang. Pemuda tersebut sempat beberapa hari koma di rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Senin (14/4) malam di depan kantor BJB Kota Serang. Saat beraksi, pelaku diduga membawa senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam).
Korban tak sadarkan diri sejak dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten. Pada Jumat (18/4) pagi pukul 06.25 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.
"Fahrul (korban) sudah meninggal tdi pagi jam 6.25,"kata salah satu kerabat korban melalui pesan WhatsApp, Jumat (18/4).
Salah satu teman korban menceritakan, peristiwa itu terjadi saat korban sedang nongkrong bersama teman-temannya di depan Bank Banten yang berada disebelah Bank BJB. Saat itu, datang seorang kawannya dengan menggunakan mobil jazz.
Tak berselang lama, datang sebuah mobil. Dari mobil itu turun sebanyak empat orang. Mereka mengejar pria yang menggunakan mobil jazz.
"Mereka mengejar kawan kami yang datang pakai mobil honda jazz, mereka (pelaku) datang mencari kawan kami itu, sedangkan dia (korban) tidak tahu apa-apa," katanya kepada wartawan.
Pelaku Bawa Senpi dan Sajam
Dirinya mengaku sempat memisahkan dan mempertanyakan apa masalah yang terjadi. Namun, pelaku membentak dan meminta dirinya diam dan melarang ikut campur. pelaku mulai memukul salah satu teman korban dan menimbulkan perkelahian.
"Kami semua berdiri untuk melerai. Tapi pelaku malah memukul tanpa menjawab upaya mediasi dari kami," ungkapnya.
Sebanyak kurang lebih 10 orang termasuk seorang wanita yang saat itu berada di lokasi juga terkenal pukulan dari para pelaku. Setelah itu, datang seorang kawan pelaku yang menggunakan sepeda motor berplat dinas salah satu institusi.
Para pelaku juga sempat menodongkan diduga senjata api. Ada juga pelaku yang membawa senjata tajam.
"Saya saat terjadi dipukuli itu merasa ditodong senjata api, ada juga yang melihat senjata tajam berjenis sangkur," katanya.
Korban Dipukul Sampai Sekarat
Dirinya yang takut melihat senjata sempat melarikan diri. Namun tak lama kembali lagi untuk membantu temannya.
"Saya melihat korban yang saat ini kritis itu dipukuli oleh tiga orang. Satu di bagian kepala, satu di bagian perut dan satu lagi di bagian kaki. Bahkan pada saat kami hendak menolong dan membawa korban yang sudah tampak sekarat, kami sempat diadang oleh para pelaku," ujarnya.
Korban yang tak sadarkan diri dibawa oleh teman-temannya menuju Rumah Sakit Sari Asih untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah itu, korban dirujuk ke RSUD Banten.
Sementara itu, Kabid humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto mengatakan, dirinya masih akan mengecek siapa yang menangani kasus pengeroyokan tersebut.
“Saya cek dulu yang nangani siapa, "kata Dikdik singkat.