Dua Pengeroyok Pedagang Sate di Jakpus Tak Berkutik Ditangkap Polisi, Motif Ogah Bayar Makan dan Minum
Kedua terduga pelaku berinisial PP (45) dan GBR (36) teridentifikasi melalui dari rekaman CCTV.
Kebiasaan meminta makan dan minum tanpa bayar diduga menjadi pemicu pengeroyokan terhadap seorang pedagang sate di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dugaan motif pengeroyokan itu terungkap setelah kedua pelaku ditangkap kepolisian. Kedua terduga pelaku berinisial PP (45) dan GBR (36) teridentifikasi melalui dari rekaman CCTV.
"(Mofif) tidak mau bayar makan dan minum," kata Kapolsek Cempaka Putih Kompol Pengky Sukmawan kepada wartaan, Rabu (10/6).
Dia menerangkan, kedua terduga pelaku memang kerap meminta makan dan minum kepada korban tanpa membayar.
“Sering minta makan minum tidak bayar,” kata Pengky.
Namun kepolisian masih fokus mendalami perbuatan para terduga pelaku terhadap korban yang melapor. Dugaan adanya korban lain masih dalam penyelidikan.
“Kita masih kepada korban dahulu,” ujar dia.
Kronologi Pengeroyokan
Kasus ini bermula dari pengeroyokan yang terjadi di Jalan Jawa, Rawasari, RT 09/RW 09, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Sabtu (6/6) sekitar pukul 20.40 WIB.
Korban HL (26) kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Menindaklanjuti laporan itu, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, identitas para terduga pelaku akhirnya berhasil terungkap dari hasil penyelidikan tersebut.
“Setelah menerima laporan, anggota langsung olah TKP dan menganalisa rekaman CCTV. Dari situ identitas para terduga pelaku berhasil diketahui,” kata Reynold.
Berbekal petunjuk itu, polisi bergerak melakukan pengejaran. PP dan GBR akhirnya diringkus di rumah masing-masing tanpa perlawanan.