Pemprov dan Bulog Gorontalo Gencarkan Distribusi Bantuan Pangan Prabowo, 118 Ribu KK Terima Manfaat
Pemerintah Provinsi dan Bulog Gorontalo masifkan distribusi bantuan pangan dari Presiden Prabowo Subianto tahap kedua kepada 118.000 KK, lengkap dengan beras dan minyak goreng.
Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Bulog Cabang Gorontalo telah memulai penyaluran bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Distribusi tahap kedua ini menyasar seluruh wilayah di provinsi tersebut, menjangkau ribuan kepala keluarga yang membutuhkan. Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Penyaluran bantuan pangan ini berlangsung di lima kabupaten dan satu kota di Provinsi Gorontalo, dimulai sejak hari Sabtu, 15 November. Gubernur Gusnar Ismail secara langsung memimpin proses distribusi ini, menegaskan komitmen pemerintah daerah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah tantangan saat ini.
Total penerima manfaat pada tahap kedua ini mencapai 118.000 kepala keluarga, meningkat dari tahap sebelumnya. Setiap keluarga kini menerima 20 kilogram beras dan tambahan empat liter minyak goreng. Penambahan komoditas ini menunjukkan perhatian lebih dari pemerintah pusat terhadap kebutuhan dasar warga.
Peningkatan Jumlah Penerima dan Komoditas Bantuan Pangan
Distribusi bantuan pangan Prabowo di Gorontalo pada tahap kedua ini menunjukkan peningkatan signifikan baik dari segi jumlah penerima maupun jenis komoditas yang disalurkan. Jika pada tahap pertama tercatat 116.000 kepala keluarga, kini angka tersebut naik menjadi 118.000 kepala keluarga. Peningkatan ini mencerminkan perluasan jangkauan program pemerintah.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan bahwa data penerima manfaat bersumber dari rekomendasi Kementerian Sosial Republik Indonesia. "Total penerima manfaat di Provinsi Gorontalo berdasarkan data rekomendasi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia tercatat sebanyak 118.000 kepala keluarga penerima," kata Gusnar. Hal ini memastikan bantuan tepat sasaran.
Perbedaan mencolok lainnya adalah penambahan komoditas. Kepala Bulog Cabang Gorontalo La Ode Ngkalusa menjelaskan, "Pada tahap pertama setiap kepala keluarga masing-masing menerima 20 kilogram beras, sementara pada tahap kedua ini, berkat kemurahan hati Presiden Prabowo Subianto, setiap penerima manfaat menerima masing-masing 20 kilogram beras, ditambah dengan empat liter minyak goreng." Penambahan minyak goreng menjadi nilai plus bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, untuk tahap kedua ini, Bulog mendistribusikan 2.363 ton beras medium dan 472.000 liter minyak goreng. Jumlah ini tersebar ke berbagai desa dan kelurahan di seluruh Provinsi Gorontalo. Distribusi besar-besaran ini memerlukan koordinasi yang matang.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelancaran Distribusi Bantuan
Kelancaran distribusi bantuan pangan Prabowo di Gorontalo tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Bulog Cabang Gorontalo melibatkan unsur terkait untuk mengawal proses penyaluran. Keterlibatan ini memastikan bantuan sampai ke tangan penerima dengan aman dan tertib.
Unsur-unsur yang terlibat antara lain Polda Gorontalo, Korem 133 Nani Wartabone, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Mereka bertugas mengawasi seluruh tahapan, mulai dari gudang Bulog hingga titik distribusi akhir. Pengawasan ketat ini penting untuk mencegah penyelewengan.
Gubernur Gusnar Ismail menyampaikan apresiasi atas dukungan ini. "Saya mewakili pemerintah dan seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia yang sudah mengalokasikan bantuan pangan, untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup," ujarnya. Ucapan terima kasih ini mewakili harapan seluruh warga.
La Ode Ngkalusa menambahkan bahwa petugas Bulog bersama unsur terkait setempat telah ditempatkan di setiap desa dan kelurahan. Mereka bertanggung jawab mengatur dan mengawasi penyaluran langsung kepada warga. Sistem distribusi yang terstruktur ini menjadi kunci keberhasilan program bantuan pangan.
Sumber: AntaraNews