Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, secara resmi memulai penyaluran bantuan pangan untuk alokasi bulan Oktober hingga November 2025. Program ini ditujukan bagi masyarakat penerima manfaat di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang. Penyaluran perdana dilakukan di Kelurahan Kauman, Kecamatan Tulungagung, pada Kamis (30/10).
Acara simbolis ini dihadiri langsung oleh Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, bersama perwakilan dari Bulog, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung, Agus Suswantoro. Kehadiran para pejabat ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan program berjalan lancar.
Setiap keluarga penerima manfaat akan menerima paket bantuan yang cukup signifikan, yakni 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi mereka yang berada dalam kategori kurang mampu.
Advertisement
Advertisement
Detail Penyaluran dan Komitmen Bupati
Bupati Gatut Sunu Wibowo menjelaskan bahwa bantuan pangan Tulungagung ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan kepada masyarakat miskin yang terdampak oleh tekanan ekonomi global. Beliau menekankan pentingnya penyaluran yang tepat sasaran dan menolak segala bentuk penyalahgunaan.
"Hari ini kami bersama Bulog dan forkopimda menyalurkan bantuan pangan dari Bapak Presiden Prabowo Subianto berupa beras dan minyak goreng untuk dua bulan. Karena dirapel, setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng," kata Bupati Gatut Sunu Wibowo. Pernyataan ini memastikan transparansi jumlah bantuan yang diterima oleh setiap keluarga.
Bupati menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah hak mutlak masyarakat miskin dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Beliau bahkan memberikan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang mencoba menyalahgunakan program ini. "Kalau nanti disalahgunakan, saya minta kejaksaan menangkap siapa pun yang terlibat. Saya tidak akan menolerir penyalahgunaan bantuan dari Bapak Presiden untuk rakyat miskin," ujarnya.
Advertisement
Selain itu, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk turut serta mengawal jalannya program ini. Pengawasan bersama diharapkan dapat memastikan bahwa penyaluran bantuan pangan Tulungagung tetap sesuai dengan tujuan awal dan tidak ada penyelewengan. Beliau juga mengingatkan agar bantuan tidak dijual kembali dan digunakan untuk kebutuhan keluarga penerima.
Advertisement
Kebijakan Baru dan Target Penyaluran
Bupati Gatut Sunu Wibowo juga menyoroti adanya tambahan bantuan berupa minyak goreng, yang merupakan kebijakan baru dari Presiden Prabowo. Kebijakan ini patut disyukuri bersama karena memberikan nilai tambah bagi para penerima manfaat. "Kita patut berterima kasih karena rakyat kini mendapat tambahan minyak goreng. Ini kebijakan baru dari Bapak Presiden yang perlu kita dukung dan kawal bersama," imbuhnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulungagung, Agus Suswantoro, merinci bahwa penyaluran awal di Kelurahan Kauman menyasar 65 penerima manfaat. Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan pangan Tulungagung di seluruh Kabupaten Tulungagung tercatat sebanyak 79.471 orang. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan dari data sebelumnya yang mencapai 80.870 penerima.
Penurunan jumlah penerima sekitar 1.404 orang ini disebabkan oleh berbagai faktor. Agus Suswantoro menjelaskan, "Ada pengurangan sekitar 1.404 penerima. Itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penerima yang meninggal dunia, alamat tidak diketahui, terdaftar sebagai PNS, TNI, atau Polri, serta sebagian yang sudah tergolong mampu." Proses verifikasi data yang ketat memastikan bantuan tepat sasaran.
Advertisement
Pihak Dinas Ketahanan Pangan menargetkan seluruh penyaluran bantuan pangan Tulungagung untuk alokasi Oktober dan November 2025 dapat diselesaikan sebelum akhir November. Untuk alokasi bulan Desember, pihaknya masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Ini menunjukkan perencanaan yang matang dalam distribusi bantuan.
Sumber: AntaraNews