Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, telah menyalurkan bantuan rawan pangan kepada ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Kota Gorontalo. Penyaluran ini dilaksanakan pada Selasa, 25 November, sebagai respons terhadap kondisi harga pangan yang fluktuatif. Sebanyak 431 KPM menjadi sasaran utama program ini untuk memastikan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Inisiatif pemerintah daerah ini bertujuan untuk mengantisipasi dampak gejolak harga kebutuhan pokok yang tidak menentu di pasaran. Melalui bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat sedikit terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Penyaluran bantuan rawan pangan dilakukan secara langsung di dua lokasi berbeda, yaitu Kelurahan Tanjung Kramat dan Kelurahan Heledulaa Utara. Wagub Idah Syahidah didampingi oleh anggota DPRD Provinsi Gorontalo dan Kepala Dinas Pangan Provinsi saat menyerahkan paket bantuan. Proses distribusi dipastikan berjalan tertib dengan memprioritaskan lansia.
Advertisement
Advertisement
Upaya Pemerintah Menjaga Ketahanan Pangan
Program bantuan rawan pangan ini merupakan langkah konkret Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Khususnya, bantuan ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang teridentifikasi sebagai kategori rawan pangan. Pemerintah berupaya keras agar setiap keluarga memiliki akses yang cukup terhadap makanan bergizi.
Data penerima manfaat untuk program ini berasal dari aspirasi yang disampaikan oleh anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Kamaru. Nama-nama KPM telah divalidasi berdasarkan data akurat di tingkat kelurahan, memastikan bantuan tepat sasaran. Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif ini menjadi kunci keberhasilan program.
Wagub Idah Syahidah menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi tantangan ekonomi. Beliau menyatakan, "Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan kebutuhan harian masyarakat. Dengan kondisi harga pangan yang tidak stabil, pemerintah harus hadir mengantisipasi dan memastikan masyarakat tetap terbantu." Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah.
Advertisement
Setiap KPM menerima paket bantuan yang lengkap untuk menunjang kebutuhan sehari-hari. Paket tersebut berisi beras lima kilogram, telur 10 butir, minyak goreng dua liter, dan gula pasir satu kilogram. Komposisi paket ini dirancang untuk memberikan dukungan signifikan terhadap kebutuhan pokok keluarga penerima.
Advertisement
Dukungan Nyata untuk KPM di Kota Gorontalo
Penyaluran bantuan rawan pangan di Kota Gorontalo ini menjangkau total 431 KPM yang tersebar di dua titik. Di Kelurahan Tanjung Kramat, sebanyak 200 KPM menerima bantuan, sementara 231 KPM lainnya berada di Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur. Distribusi yang terencana ini memastikan cakupan yang luas.
Wagub Idah berharap, bantuan yang disalurkan ini dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga penerima manfaat. Selain itu, diharapkan bantuan ini juga turut menjaga stabilitas ketahanan pangan keluarga dalam beberapa hari ke depan. Hal ini penting untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Selain memberikan bantuan langsung, Wagub Idah juga menyampaikan pesan edukatif kepada para ibu rumah tangga. Beliau mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam kebutuhan pangan seperti rica, tomat, atau sayur-sayuran. Inisiatif ini bertujuan untuk kemandirian pangan di tingkat keluarga.
Advertisement
Pemerintah Provinsi Gorontalo berkomitmen untuk melanjutkan program bantuan rawan pangan di berbagai wilayah lainnya. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup. Selain itu, program ini juga melindungi masyarakat dari dampak fluktuasi harga kebutuhan pokok yang sering terjadi.
Sumber: AntaraNews