Sterilisasi di 6 Pelabuhan, Akses Pedagang dan Calo Ditutup

Aturan ini berlaku mulai Senin 20 Juli 2026 besok.

Yandhi Deslatama
Oleh Yandhi Deslatama - Reporter
Sterilisasi di 6 Pelabuhan, Akses Pedagang dan Calo Ditutup
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksi puncak arus balik dari Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak terjadi akhir pekan ini. Tren lonjakan kendaraan melintas pun mulai terlihat. (Dok. ASDP)

PT ASDP Indonesia Ferry akan memperketat pengawasan di enam pelabuhan penyeberangan mulai Senin, 20 Juli 2026. Enam pelabuhan tersebut yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar.

Dalam kebijakan tersebut, pihak yang tidak memiliki tiket penyeberangan atau izin akses resmi, seperti pedagang asongan dan calo, tidak lagi diperbolehkan beraktivitas di area pelabuhan.

"Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar pengaturan akses, tetapi transformasi menyeluruh dalam cara kita mengelola operasional," ujar Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP Indonesia, Rio Lasse, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

ASDP menjelaskan, sterilisasi di enam pelabuhan tersebut dilakukan karena kawasan tersebut merupakan objek vital transportasi nasional. Pelabuhan-pelabuhan itu juga menjadi titik penyeberangan dengan mobilitas tinggi, terutama saat arus mudik, arus balik, serta libur Natal dan Tahun Baru.

Melalui kebijakan ini, seluruh aktivitas di kawasan pelabuhan akan dikendalikan menggunakan teknologi pengenalan wajah (face recognition), sistem satu pintu (one gate system), serta registrasi digital. Tidak hanya masyarakat umum, akses bagi karyawan maupun operator kapal feri juga akan diatur sesuai prosedur yang berlaku.

ASDP menyebut kebijakan tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2021 tentang Zonasi Kawasan Pelabuhan Penyeberangan, serta regulasi terkait pengamanan objek vital transportasi.

"Kami ingin memastikan setiap orang, kendaraan, dan aktivitas di kawasan pelabuhan dapat teridentifikasi, terverifikasi, dan termonitor dengan baik," kata Rio.

 

Uji Coba di Pelabuhan Merak

Khusus di Pelabuhan Merak, yang merupakan lintasan penyeberangan tersibuk di Indonesia, patroli sterilisasi telah dilakukan selama dua pekan terakhir sebagai bagian dari masa uji coba.

Penataan juga dilakukan di area Makam Syekh Jamaludin yang berada di atas bukit dekat Dermaga 3 Pelabuhan Merak. Lokasi tersebut merupakan salah satu tujuan ziarah masyarakat dan dikenal sebagai makam Syekh Jamaludin, tokoh penyebar agama Islam di Kota Cilegon, Banten.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan bahwa sterilisasi pelabuhan bertujuan meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan.

"Sterilisasi pelabuhan bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan membangun budaya baru yang mengedepankan keselamatan, keamanan, kedisiplinan, dan pelayanan prima," ujar Windy.

Rekomendasi