Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) secara konsisten menggalang kerja sama lintas sektor guna meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Upaya ini mencakup berbagai aspek penting seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, serta partisipasi pemuda dalam pembangunan daerah. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Sejak beberapa tahun terakhir, Pemprov Kaltim telah melibatkan berbagai dinas terkait dan pemerintah kabupaten/kota dalam inisiatif strategis ini. Tujuannya adalah memastikan setiap lini pemerintahan berkontribusi aktif dalam mencapai target peningkatan IPP. Hasilnya, peringkat IPP Kaltim menunjukkan tren positif secara nasional.
Kabid Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim, Hasbar, menyatakan bahwa kolaborasi ini telah membuahkan hasil signifikan. Pada tahun 2024, IPP Kaltim mencapai 59,17, menempatkannya di peringkat kelima nasional, melampaui rata-rata nasional sebesar 56,33.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Kenaikan Indeks Pembangunan Pemuda Kaltim
Peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda Kaltim tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Berbagai dinas dengan kewenangan masing-masing turut serta dalam program ini. Ini menunjukkan komitmen serius Pemprov Kaltim dalam memajukan kualitas generasi mudanya.
Pada tahun 2025, Indeks Pembangunan Pemuda Kaltim kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Angka IPP Kaltim naik menjadi 59,83, atau 0,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini berhasil mengantarkan Kaltim naik satu peringkat menjadi posisi keempat secara nasional.
Pengumuman resmi yang dirilis pada April 2026 mengonfirmasi pencapaian membanggakan ini. Saat ini, Kaltim hanya berada di bawah provinsi-provinsi seperti Bali, DI Yogyakarta, dan DKI Jakarta. Ini merupakan bukti efektivitas pendekatan kolaboratif yang diterapkan.
Advertisement
Advertisement
Target Ambisius Kaltim untuk Indeks Pembangunan Pemuda
Meskipun telah mencapai posisi empat besar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak berpuas diri. Target ambisius telah ditetapkan untuk Indeks Pembangunan Pemuda Kaltim pada tahun 2026. Kaltim menargetkan angka di atas 60, dengan sasaran masuk tiga besar nasional.
Untuk mencapai target ini, kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat dan diintensifkan. Salah satu contohnya adalah kerja sama dengan Dispora Kabupaten Kutai Timur. Acara ini diselenggarakan di Sangatta pada Kamis (16/7) dan melibatkan 200 peserta.
Peserta tersebut berasal dari unsur pemuda, mahasiswa, hingga pelajar daerah setempat. Mereka bersama-sama membedah instrumen penting yang menjadi tolok ukur kemajuan kualitas generasi muda. Ini adalah langkah konkret dalam mempersiapkan pemuda Kaltim menghadapi tantangan masa depan.
Advertisement
Advertisement
Lima Domain Utama Pengukur Kualitas Pemuda
Hasbar menjelaskan bahwa terdapat 16 indikator baru yang menjadi dasar pengukuran Indeks Pembangunan Pemuda. Indikator-indikator ini melibatkan lima domain utama yang saling terkait. Setiap domain membutuhkan kolaborasi kuat yang disesuaikan dengan kewenangan instansi masing-masing.
Domain pertama adalah pendidikan, yang mengukur kualitas serta partisipasi pemuda dalam menempuh pendidikan formal maupun kesetaraan. Domain kedua adalah kesehatan dan kesejahteraan. Ini menilai tingkat kesehatan fisik, mental, dan angka sakit di kalangan pemuda.
Domain ketiga, lapangan dan kesempatan kerja, digunakan untuk mengukur tingkat partisipasi angkatan kerja. Selain itu, domain ini juga melihat jenis pekerjaan dan peluang ekonomi yang tersedia bagi pemuda. Ini krusial untuk kemandirian ekonomi generasi muda.
Advertisement
Domain keempat adalah partisipasi dan kepemimpinan. Domain ini mengukur keaktifan pemuda dalam organisasi kemasyarakatan, politik, dan peran mereka sebagai penggerak masyarakat. Terakhir, domain gender dan diskriminasi. Ini mengukur kesetaraan hak antara pemuda dan pemudi serta perlindungan dari diskriminasi.
Sumber: AntaraNews