Pemkot Jaktim Pasang Lampu Tembak dan Tutup Akses, Perketat Pencegahan Prostitusi di Taman Kota Cawang
Pemerintah Kota Jakarta Timur mengambil langkah tegas dengan memasang lampu tembak dan menutup akses rawan untuk mencegah praktik prostitusi di Taman Kota Cawang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mengambil langkah serius dalam upaya pencegahan praktik prostitusi dan aktivitas menyimpang lainnya di Taman Kota Cawang, Kebon Pala, Makasar. Dua lampu tembak telah dipasang di kawasan tersebut untuk meningkatkan penerangan, menyusul laporan dan perhatian masyarakat terkait penyalahgunaan fungsi taman pada malam hari.
Camat Makasar, Dimas Prayudi, menjelaskan bahwa penambahan penerangan ini merupakan bagian dari strategi untuk menekan potensi kerawanan sosial di ruang terbuka hijau tersebut. Pemasangan lampu tembak ini bertujuan agar area taman dapat terlihat jelas dari luar, terutama saat malam hari, sehingga meminimalisir kesempatan bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aktivitas ilegal.
Selain peningkatan pencahayaan, Pemkot Jakarta Timur juga melakukan penutupan permanen pada dua akses masuk yang dinilai rawan, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Langkah-langkah ini diambil setelah sebelumnya ditemukan sejumlah alat kontrasepsi dan botol sisa minuman keras di area taman, yang memperkuat dugaan adanya aktivitas tidak sesuai dengan fungsi ruang publik.
Peningkatan Penerangan dan Penutupan Akses Rawan
Dalam upaya konkret mencegah aktivitas negatif, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur telah memasang dua lampu tembak di Taman Kota Cawang. Camat Makasar, Dimas Prayudi, menegaskan bahwa penambahan penerangan ini sangat krusial untuk memastikan seluruh area taman dapat terpantau dengan baik dari luar. "Penerangan kita tambah supaya aktivitas dalam taman bisa terlihat dari luar. Dengan dua lampu tembak ini, area yang sebelumnya gelap menjadi lebih terang," ujar Dimas. Kurangnya pencahayaan sebelumnya diduga menjadi celah bagi oknum untuk melakukan tindakan menyimpang.
Selain pemasangan lampu, Pemkot Jakarta Timur juga fokus pada penutupan akses-akses yang berpotensi disalahgunakan. Dua akses masuk yang dianggap rawan telah ditutup secara permanen melalui pengecoran, sebuah kolaborasi dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota. Penutupan ini diharapkan dapat membatasi pergerakan individu yang berniat melakukan aktivitas ilegal di dalam taman.
Tidak hanya itu, akses ilegal di sisi pagar yang berbatasan langsung dengan jalan tol juga tidak luput dari perhatian. Area tersebut telah ditutup dengan pengelasan untuk mencegah penggunaannya sebagai jalur masuk tidak resmi. Tindakan fisik ini melengkapi strategi pencegahan yang lebih komprehensif untuk menjaga ketertiban dan keamanan di Taman Kota Cawang.
Pengawasan Ketat dan Temuan Aktivitas Menyimpang
Untuk memperkuat upaya pencegahan, pengawasan di Taman Kota Cawang diperketat melalui operasi malam rutin yang melibatkan berbagai unsur. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama unsur tiga pilar, yakni TNI dan Polri, secara aktif melakukan patroli. Operasi ini dimulai setiap pukul 21.00 WIB, bertujuan untuk memastikan situasi taman tetap kondusif dan bebas dari aktivitas yang melanggar norma.
Sebelumnya, petugas telah menemukan sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya aktivitas menyimpang di area taman. Temuan alat kontrasepsi dan botol sisa minuman keras (miras) menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang. Meskipun konteks penggunaannya belum dapat dipastikan secara definitif, temuan ini memperkuat dugaan bahwa taman tersebut telah disalahgunakan dari fungsi utamanya sebagai ruang publik yang aman dan nyaman.
Kondisi ini juga diperkuat oleh viralnya sebuah video di media sosial Instagram @ijoel. Video tersebut memperlihatkan sekelompok remaja laki-laki yang masuk ke Taman Kota Cawang melalui pinggiran pagar pada malam hari. "Di taman sini sering jadi tempat kumpul cowo-cowo entah cowo bagaimana, saya tidak tau indikasinya mereka apa, setiap malam di atas jam 01.00 WIB pagi, mereka kumpul terus masuk ke taman entah ngapain sampai jam 02.00 pagi," ucap seseorang dalam video tersebut. Fenomena ini menunjukkan perlunya tindakan pencegahan yang lebih tegas dan berkelanjutan dari Pemkot Jakarta Timur.
Sumber: AntaraNews