Suku Dinas Pertamanan Jakarta Barat Gencarkan Pembersihan Taman Cegah Prostitusi Liar

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat (Jakbar) aktif menggencarkan pembersihan taman untuk mencegah praktik prostitusi liar, terutama di area gelap dan rindang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Suku Dinas Pertamanan Jakarta Barat Gencarkan Pembersihan Taman Cegah Prostitusi Liar
Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat memangkas 546 pohon pada Februari 2025 untuk mencegah tumbang dan membahayakan warga, meningkat dari bulan sebelumnya. (Planet Merdeka)

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudis Tamhut) Jakarta Barat secara rutin melakukan pembersihan dan perapihan taman-taman kota. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik prostitusi liar yang kerap terjadi di ruang terbuka hijau tersebut. Penertiban ini menyasar sejumlah titik rawan di wilayah Jakarta Barat, termasuk taman-taman di pinggir jalan utama.

Upaya pembersihan taman ini difokuskan pada pemangkasan pohon dan penopingan vegetasi yang terlalu rindang. Kondisi taman yang gelap dan tertutup dianggap memicu aktivitas tidak diinginkan, seperti prostitusi. Oleh karena itu, pemangkasan menjadi langkah krusial untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan area publik bagi masyarakat.

Sebanyak 12 tim dengan total 80 personel Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) diterjunkan untuk melaksanakan tugas ini. Mereka bekerja secara menyebar di berbagai lokasi strategis di Jakarta Barat, memastikan setiap sudut taman terpantau. Koordinasi juga dilakukan dengan Suku Dinas Bina Marga untuk pemasangan penerangan jalan yang memadai di area yang membutuhkan.

Kasudin Tamhut Jakbar, Dirja Kusuma, menjelaskan bahwa pemangkasan dan penopingan vegetasi dilakukan secara rutin. "Untuk mencegah itu kembali kita rutin lakukan pemangkasan dan 'penopingan' ya, terutama di taman-taman pinggir jalan seperti di Daan Mogot," ujarnya. Tindakan ini bertujuan menghilangkan area tersembunyi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal, sekaligus menjaga estetika kota.

Taman pinggir jalan seringkali menjadi lokasi prostitusi liar karena kondisinya yang rindang dan dapat menutupi pandangan dari pengawasan. Dirja Kusuma menegaskan bahwa "pemangkasan itu penting dilakukan" untuk mengatasi masalah ini. Dengan vegetasi yang lebih rapi dan terbuka, pengawasan menjadi lebih mudah dan potensi kejahatan dapat diminimalisir secara efektif.

Sudis Tamhut Jakbar mengerahkan 80 personel PJLP yang terbagi dalam 12 tim untuk menjalankan tugas pemangkasan. Mereka tidak hanya memangkas pohon yang bermasalah, tetapi juga yang berpotensi tumbang dan membahayakan warga, seperti pohon tua atau rapuh. Ini menunjukkan komitmen serius dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan taman serta keselamatan publik.

Fokus utama pemangkasan adalah pada area yang memiliki kerapatan vegetasi tinggi. Hal ini dilakukan untuk memastikan cahaya matahari dan penerangan jalan dapat menjangkau seluruh bagian taman. Dengan demikian, ruang publik menjadi lebih transparan dan tidak memberikan celah bagi aktivitas negatif.

Selain pemangkasan, Sudis Tamhut juga berkoordinasi erat dengan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat untuk memasang lampu jalan. Pemasangan ini terutama dilakukan di taman lajur Jalan Daan Mogot KM 12, sebuah area yang sebelumnya menjadi perhatian publik. Area tersebut sempat viral karena menjadi lokasi prostitusi gay yang meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum.

Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Utilitas Kota dan Penerangan Jalan Umum (PSUK-PJU) Sudin Bina Marga Jakarta Barat, Abdul Jabbar, menyebutkan detail operasionalnya. Sebanyak 10 personel dan satu unit mobil skylift diterjunkan untuk pemasangan ini. "Sudah ada 10 lampu jalan di sana, kita sudah koordinasi dengan Bina Marga. Jadi lebih terang kalau malam," tambah Dirja Kusuma, menekankan dampak positifnya.

Sebanyak 10 titik Penerang Jalan Umum (PJU) menggunakan lampu LED Smart System dengan daya 120 watt telah berhasil terpasang. PJU modern ini tidak hanya memberikan penerangan yang optimal, tetapi juga efisien dalam penggunaan energi. Pemasangan ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan keamanan di lokasi tersebut.

Pemasangan PJU ini diharapkan dapat mencegah aksi tidak diinginkan akibat kondisi jalan yang gelap pada malam hari. Abdul Jabbar menandaskan, "Termasuk tempat berkumpulnya pasangan sesama jenis." Dengan penerangan yang memadai, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta warga sekitar dapat ditingkatkan secara signifikan, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi