Naik Bendi dan Becak Wisata Kini Bisa Bayar Pakai QRIS
Saat ini terdapat sekitar 35 kusir bendi dan 15 pengayuh becak lampu yang telah menyediakan kanal pembayaran QRIS
Bank Indonesia Solo terus memperluas implementasi digitalisasi sistem pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Hari ini, Bank Indonesia Solo bersama Pemerintah Kota Surakarta, Dinas Perhubungan dan BNI secara resmi meluncurkan on boarding QRIS untuk moda transportasi wisata Batik Solo Trans (BST), bendi wisata dan becak lampu di Kota Solo.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat mengatakan, saat ini terdapat sekitar 35 kusir bendi dan 15 pengayuh becak lampu yang telah menyediakan kanal pembayaran QRIS sebagai alternatif transaksi nontunai bagi para wisatawan dan masyarakat.
"Kehadiran QRIS pada moda transportasi ini melengkapi daftar transportasi tradisional dan wisata di Kota Solo. Setelah sebelumnya pada Mei 2025 telah diluncurkan QRIS pada layanan becak wisata," ujar Dwiyanto disela acara penutupan program SERDADU (Sinergi Pejuang Penggerak Kedaulatan dan Persatuan Rupiah) 2025 di Benteng Vastenburg, Sabtu (13/9).
Dengan langkah ini, lanjut dia, wisatawan kini dapat semakin mudah dan praktis berkeliling Kota Solo, berbelanja, maupun bertransaksi dengan lebih aman, cepat, dan fleksibel menggunakan QRIS.
"Kehadiran pembayaran digital pada transportasi tradisional ini juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan pariwisata daerah serta meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha transportasi lokal," ungkapnya.
Sebelumnya, pada 10 September 2025 masih dalam rangkaian SERDADU 2025 Bank Indonesia Solo bekerja sama dengan PMI Kota Surakarta menggelar donor darah dengan tema “Nyawiji Tetulung Sesami”. Bank Indonesia Solo menggandeng Pemerintah Kota Surakarta, perbankan, serta masyarakat untuk menyumbangkan darah dan berhasil mengumpulkan 500 kantong darah. Program donor darah di Bank Indonesia Solo dilaksanakan 4 kali dalam setahun.
PMI Kota Surakarta memberikan apresiasi atas penyelenggaraan donor darah tersebut yang sangat membantu PMI Kota Surakarta dalam menyediakan kebutuhan kantong darah yang mencapai kurang lebih 13.000 hingga 15.000 kantong darah per tahun.
Penutupan SERDADU 2025
Penutupan SERDADU 2025 dirangkaikan dengan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Perbankan (PORSEBANK) 2025 serta dihadiri oleh pimpinan perbankan dan 500 kontingen berasal dari perbankan tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Solo Raya.
Kontingen akan bertanding dalam berbagai cabang olahraga dan kesenian seperti dance, BMPD Idol, bulu tangkis, tenis meja, billiard,dan make up artist yang akan digelar hingga pertengahan Oktober 2025. PORSEBANK 2025 direncanakan untuk ditutup pada 18 Oktober 2025.
SERDADU 2025 digelar mulai Agustus 2025 sebagai wujud nyata komitmen Bank Indonesia Solo dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa, sekaligus menanamkan rasa Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah di berbagai lapisan masyarakat melalui edukasi (CBP Goes to School, CBP Goes to Campus, serta Training of Trainers kepada Duta Muda dan Duta Guru); CBP Rupiah Campaign bersinergi dengan Pemerintah Kota Surakarta.