Tahukah Anda? Mayoritas Pengguna QRIS di Bali adalah UMKM, BI Genjot Literasi Digital Lewat 'QRIS Jelajah Indonesia

Bank Indonesia (BI) gencar meningkatkan literasi dan penggunaan QRIS di Bali melalui program 'QRIS Jelajah Indonesia', menargetkan jutaan pengguna baru dan dorong ekonomi digital.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Mayoritas Pengguna QRIS di Bali adalah UMKM, BI Genjot Literasi Digital Lewat 'QRIS Jelajah Indonesia
Bank Indonesia Provinsi Bali terus menggenjot pemanfaatan QRIS Bali secara merata di seluruh wilayah Pulau Dewata, meski mayoritas transaksi masih terkonsentrasi di Bali Selatan. Simak target dan strateginya! (Merdeka.com)

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Bali secara agresif mendorong peningkatan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di seluruh wilayah Bali. Upaya ini dilakukan melalui program literasi inovatif bertajuk "QRIS Jelajah Indonesia" (QJI) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pembayaran digital dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Program QJI ini melibatkan 57 tim yang terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum berusia 17 hingga 35 tahun. Mereka bertugas untuk mensosialisasikan kemudahan dan kepraktisan transaksi menggunakan QRIS kepada masyarakat luas. Selain itu, kampanye ini juga mengusung gerakan cinta, bangga, dan paham Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

Penasihat BI Bali, Indra Gunawan Sutarto, menyatakan optimisme tinggi terhadap program edukasi ini. Ia meyakini bahwa tingkat penerimaan masyarakat Bali terhadap pembayaran digital sangat kuat dan positif, meskipun promosi lebih lanjut tetap diperlukan untuk adopsi yang lebih merata. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali diharapkan dapat semakin meningkatkan transaksi digital di masa mendatang.

Optimisme Peningkatan Transaksi Digital dan Dukungan Pemerintah Daerah

Luh Ayu Aryani, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bali, menyampaikan harapannya. Ia berharap edukasi transaksi digital ini akan memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian Bali secara keseluruhan. Transformasi ke sistem pembayaran digital seperti QRIS sangat krusial.

Menurutnya, mendidik dan mendorong masyarakat Bali untuk beralih ke sistem pembayaran digital adalah langkah strategis. Ini akan semakin memacu roda perekonomian di Pulau Dewata. Penggunaan QRIS di Bali menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi ini.

BI Bali sendiri telah menetapkan target ambisius untuk pengguna QRIS di Bali. Mereka menargetkan jumlah pengguna mencapai 1,5 juta hingga 2 juta pada akhir tahun 2025. Target ini mencerminkan komitmen kuat BI dalam mempercepat digitalisasi pembayaran.

Performa Positif QRIS dan Dominasi UMKM

Data dari BI Bali menunjukkan bahwa transaksi menggunakan QRIS di Bali telah mencatat kinerja yang sangat positif. Selama semester pertama tahun 2025, jumlah gerai usaha yang menggunakan QRIS mencapai 996.300. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 16 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024.

Menariknya, bisnis mikro mendominasi penggunaan QRIS di Bali, menyumbang hampir 56 persen dari total gerai. Ini menunjukkan bahwa QRIS sangat relevan dan bermanfaat bagi pelaku usaha kecil. Kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan QRIS menjadi daya tarik utama bagi sektor UMKM.

Sementara itu, total volume transaksi QRIS di Bali mencapai 64 juta transaksi. Jumlah pengguna juga meningkat menjadi 1,1 juta, merepresentasikan kenaikan 6 persen dibandingkan tahun 2024. Data ini menggarisbawahi pertumbuhan pesat adopsi pembayaran digital.

Meskipun demikian, volume transaksi QRIS masih didominasi oleh wilayah Bali bagian selatan. Sekitar 91,5 persen transaksi terkonsentrasi di Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Ini menunjukkan adanya potensi perluasan ke wilayah lain di Bali.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi