Mengenal QRIS Jelajah Balinusra: 9 Tim Terbaik Kenalkan Rupiah & QRIS di Labuan Bajo
Sembilan tim terbaik dari QRIS Jelajah Balinusra hadir di Labuan Bajo untuk memperkenalkan uang rupiah dan QRIS, sekaligus mendorong digitalisasi serta inklusi keuangan.
Sembilan tim terbaik dari tiga provinsi di Indonesia bagian tengah, yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), kini tiba di Labuan Bajo. Kedatangan mereka merupakan bagian dari inisiatif besar bertajuk QRIS Jelajah Balinusra, sebuah program yang dirancang untuk memperkenalkan uang rupiah kepada para wisatawan. Selain itu, mereka juga secara aktif mempromosikan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran digital yang efisien.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan difokuskan di destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo. Terutama, promosi QRIS akan dilakukan di ikon pariwisata seperti Pulau Padar. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat transformasi digital dan mendorong inklusi keuangan di wilayah Balinusra.
QRIS Jelajah Balinusra adalah langkah strategis dalam upaya digitalisasi nasional yang juga mendukung sektor pariwisata lokal. Program ini tidak hanya mendorong adopsi teknologi pembayaran, tetapi juga mengenalkan kekayaan budaya Indonesia. Setelah sukses menjelajahi Bali dan Lombok, Labuan Bajo menjadi persinggahan penting berikutnya untuk melanjutkan misi digitalisasi ini.
Misi Digitalisasi dan Inklusi Keuangan di Labuan Bajo
Kedatangan sembilan tim terbaik dari QRIS Jelajah Balinusra di Labuan Bajo membawa misi ganda yang signifikan. Mereka bertugas memperkenalkan uang rupiah kepada wisatawan, sekaligus mengedukasi tentang kemudahan dan keamanan transaksi menggunakan QRIS. Fokus utama kegiatan ini adalah di destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) Labuan Bajo, termasuk lokasi ikonik seperti Pulau Padar.
Didiet Aditya Budi Prabowo menegaskan pentingnya inisiatif ini untuk kemajuan ekonomi daerah. "Dan juga perkenalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pulau Padar," kata Didiet di Labuan Bajo, Jumat. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi Bank Indonesia untuk memperkuat fondasi transformasi digital di seluruh pelosok negeri.
Selain itu, QRIS Jelajah Balinusra secara aktif berupaya mendorong inklusi keuangan bagi masyarakat lokal dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan semakin banyaknya masyarakat yang familiar dan menggunakan QRIS, diharapkan ekosistem pembayaran digital dapat tumbuh lebih pesat. Ini akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Mendukung Pariwisata dan Kampanye Nasional QRIS Jelajah Indonesia
Kegiatan QRIS Jelajah Balinusra di Labuan Bajo juga memiliki tujuan kuat untuk mendukung sektor pariwisata, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bank Indonesia melihat potensi besar dari destinasi super prioritas ini untuk menjadi motor penggerak ekonomi. Dengan adanya kemudahan transaksi digital, pengalaman wisatawan diharapkan akan semakin meningkat.
Didiet menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga pada pengenalan budaya. "Kegiatan ini diadakan untuk mendorong digitalisasi di Indonesia, jadi kami adakan QRIS Jelajah Budaya Indonesia tidak hanya mendorong digitalisasi, tapi juga mengenalkan budaya khususnya dari Balinusra ke Indonesia," ujarnya. Ini menunjukkan komitmen untuk memadukan kemajuan teknologi dengan pelestarian dan promosi budaya lokal.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Kampanye QRIS Jelajah Indonesia 2025 yang lebih luas, sebuah gerakan nasional yang diluncurkan oleh Bank Indonesia. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk berwisata sambil memanfaatkan instrumen pembayaran digital. Diharapkan, kampanye ini akan semakin mendorong digitalisasi sebagai basis utama untuk memperkuat inklusi keuangan dan memajukan UMKM di seluruh Indonesia.
Para pemenang dari kegiatan QRIS Jelajah Balinusra ini nantinya akan diadu kembali dalam skala nasional, membawa nama baik Balinusra ke tingkat yang lebih tinggi. "Nanti pemenang dari sini akan diadukan lagi untuk wilayah Indonesia, jadi akan membawa nama Balinusra di Indonesia," kata Didiet. Ini menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk terus mempromosikan pariwisata dan digitalisasi di daerah mereka.
Sumber: AntaraNews