BI Gencarkan Transaksi QRIS UMKM Sangihe, Beri Insentif Menarik untuk Pengguna Baru
Bank Indonesia (BI) terus mendorong peningkatan transaksi QRIS UMKM Sangihe melalui berbagai insentif menarik, bertujuan mempercepat adopsi pembayaran digital di Kepulauan Sangihe.
Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara terus menggenjot penggunaan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen BI untuk mempercepat transformasi digital sistem pembayaran di wilayah tersebut. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong ekonomi digital yang inklusif di seluruh pelosok negeri.
Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe, BI memberikan insentif menarik kepada 1.000 pengunjung bazar UMKM. Insentif ini berupa voucher makanan atau minuman senilai Rp20.000 yang bisa didapatkan hanya dengan membayar Rp601 menggunakan QRIS. Program ini dirancang untuk menarik perhatian dan memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat.
Kepala BI Perwakilan Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan jumlah pengguna QRIS di kalangan masyarakat Kepulauan Sangihe. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong minat bertransaksi secara non-tunai dan memperluas adopsi pembayaran digital. Peningkatan transaksi QRIS UMKM Sangihe menjadi fokus utama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Strategi BI Dorong Adopsi QRIS UMKM Sangihe
Bank Indonesia secara aktif berupaya meningkatkan adopsi QRIS di sektor UMKM, khususnya di daerah kepulauan seperti Sangihe. Pemberian insentif menjadi salah satu strategi efektif untuk menarik pengguna baru dan membiasakan masyarakat dengan transaksi digital. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembayaran non-tunai yang lebih kuat.
Detail insentif yang ditawarkan sangat menarik, di mana masyarakat hanya perlu membayar Rp601 untuk mendapatkan voucher senilai Rp20.000. Penawaran ini berlaku bagi 1.000 pengunjung bazar UMKM yang bertransaksi menggunakan QRIS. Angka Rp601 dipilih secara khusus untuk memperingati HUT ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Joko Supratikto menyatakan harapannya agar insentif ini mampu mendorong penggunaan QRIS bagi pengguna baru. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk bertransaksi secara non-tunai. Perluasan adopsi pembayaran digital di Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi target utama dari inisiatif ini.
Peran QRIS dalam Transformasi Digital Sangihe
Melalui rangkaian kegiatan ini, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan literasi rupiah di tengah masyarakat. Pengenalan dan penggunaan QRIS juga diharapkan memperkuat kecintaan terhadap mata uang Rupiah. Edukasi mengenai manfaat pembayaran digital menjadi kunci penting dalam program ini.
Kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi fondasi penting dalam mempercepat transformasi digital. Sinergi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari sosialisasi hingga penyediaan infrastruktur yang mendukung. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi digital.
Peningkatan transaksi QRIS UMKM Sangihe membawa banyak manfaat, termasuk efisiensi dalam bertransaksi dan pencatatan keuangan yang lebih baik bagi UMKM. Bagi konsumen, pembayaran digital menawarkan kemudahan dan keamanan. Ini merupakan langkah maju menuju ekonomi yang lebih modern dan inklusif di Kepulauan Sangihe.
Sumber: AntaraNews