Meroket! Pertumbuhan Ekonomi Sidrap Capai Angka Tertinggi di Sulawesi Selatan
Kabupaten Sidrap mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan pada tahun 2025. Capaian ini menegaskan posisi Pertumbuhan Ekonomi Sidrap sebagai motor penggerak ekonomi baru, didorong oleh sektor pertanian dan inovasi.
Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mengumumkan pencapaian luar biasa dalam pertumbuhan ekonomi daerahnya. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Sidrap berhasil menduduki peringkat pertama di antara 24 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Selatan. Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 7,71 persen ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi seluruh pihak.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyatakan rasa syukurnya atas capaian tersebut, yang disebutnya sebagai hasil kerja sama yang solid dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah. Angka ini tidak hanya menempatkan Sidrap sebagai yang terdepan, tetapi juga mengukuhkan posisinya sebagai daerah dengan dinamika ekonomi yang sangat positif. Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi berkelanjutan bagi pembangunan daerah.
Data BPS secara spesifik menunjukkan bahwa Pertumbuhan Ekonomi Sidrap jauh melampaui daerah lain di Sulsel, menegaskan dominasi Sidrap dalam indikator ekonomi makro. Keberhasilan ini didorong oleh sektor-sektor kunci seperti pertanian dan perdagangan, yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal. Inovasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meraih prestasi ini.
Sidrap Pimpin Peringkat Pertumbuhan Ekonomi di Sulsel
Kabupaten Sidrap berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan, mencapai 7,71 persen, melampaui kabupaten/kota lainnya berdasarkan survei BPS tahun 2025. Angka ini menempatkan Sidrap di posisi puncak, diikuti oleh Kabupaten Luwu dengan 7,43 persen, Kabupaten Wajo dengan 7,16 persen, dan Kabupaten Gowa dengan 7,04 persen. Keempat daerah ini menunjukkan performa ekonomi yang kuat di atas rata-rata.
Sementara itu, beberapa daerah lain juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang solid di kisaran enam persen. Kabupaten Jeneponto mencatat 6,59 persen, Kabupaten Luwu Utara 6,17 persen, dan Kabupaten Sinjai 6,05 persen. Capaian ini menunjukkan adanya pemerataan pertumbuhan di beberapa wilayah Sulsel, meskipun Sidrap tetap memimpin dengan selisih yang signifikan.
Untuk daerah dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen, terdapat Kota Makassar dengan 5,34 persen, Kabupaten Barru dengan 5,16 persen, serta Tana Toraja dengan 5,01 persen. Di sisi lain, beberapa daerah masih menghadapi tantangan dengan pertumbuhan di bawah empat persen, seperti Kepulauan Selayar (3,98 persen), Kabupaten Luwu Timur (3,7 persen), dan Kabupaten Bantaeng (2,56 persen). Perbandingan ini menyoroti keberhasilan strategi ekonomi yang diterapkan di Sidrap.
Transformasi Ekonomi Sidrap Pasca Pandemi
Perjalanan Pertumbuhan Ekonomi Sidrap menunjukkan fluktuasi yang menarik sejak tahun 2018 hingga 2025. Pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Sidrap berada di angka 5,02 persen, namun sempat menurun menjadi 4,65 persen pada tahun 2019. Titik terendah terjadi pada tahun 2020 saat pandemi COVID-19 melanda, di mana ekonomi Sidrap terkontraksi hingga minus 0,59 persen, mencerminkan dampak global yang signifikan.
Capaian 7,71 persen pada tahun 2025 ini merupakan yang tertinggi dalam delapan tahun terakhir, menandakan pemulihan yang luar biasa dan menegaskan posisi Kabupaten Sidrap sebagai motor penggerak ekonomi baru di Sulawesi Selatan. Angka ini tidak hanya melampaui kinerja sebelum pandemi, tetapi juga menunjukkan resiliensi dan adaptabilitas ekonomi lokal dalam menghadapi tantangan global.
Pertumbuhan ekonomi yang impresif ini menjadi indikator pencapaian positif pada sektor pertanian, perdagangan, serta sektor penunjang lainnya. Keberhasilan ini mencerminkan upaya kolektif dalam mengoptimalkan potensi daerah dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan pengembangan usaha. Sidrap kini memperkuat optimisme terhadap keberlanjutan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
Strategi dan Kolaborasi Menuju Kesejahteraan
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa capaian Pertumbuhan Ekonomi Sidrap ini menjadi motivasi kuat untuk terus meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat. Fokus utama adalah melalui pemberdayaan para petani untuk meningkatkan hasil panen mereka. Strategi ini melibatkan perubahan pola pikir dan pendekatan yang lebih modern dalam praktik pertanian.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama erat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para petani yang bersedia mengubah pola pikir mereka untuk mencapai hasil produksi maksimal. Pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi bagian integral dari upaya pemberdayaan ini. Tujuannya adalah untuk menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera secara ekonomi.
Bupati Syaharuddin Alrif juga menjelaskan pembagian peran dalam kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Nurkanaah. Ia fokus pada eksekusi program di lapangan, sementara Wakil Bupati Nurkanaah mengelola wilayah administrasi. Sinergi ini terbukti efektif dalam mewujudkan program-program yang berdampak langsung pada peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat Sidrap.
Sumber: AntaraNews