Perum Bulog melalui Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Andi Afdal memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Apresiasi ini diberikan atas capaian signifikan dalam produksi gabah di wilayah tersebut. Kabupaten Sidrap dinilai mampu berkontribusi besar terhadap pasokan pangan nasional.
Peningkatan produksi gabah kering panen (GKP) di Sidrap dalam dua tahun terakhir menunjukkan dampak positif yang kuat terhadap ketahanan pangan. Hal ini menjadikan Sidrap sebagai salah satu daerah penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di Indonesia. Keberhasilan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga menyuplai daerah lain.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi GKP di Sidrap pada tahun 2025 melonjak drastis. Kenaikan ini mencapai 129.464 ton atau sekitar 24,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan posisi Sidrap sebagai lumbung pangan yang krusial.
Advertisement
Advertisement
Data BPS secara spesifik mencatat bahwa produksi GKP di Sidrap pada tahun 2024 adalah 434.355 ton. Angka ini kemudian meningkat signifikan menjadi 663.819 ton pada tahun 2025. Peningkatan ini mencerminkan kerja keras petani dan dukungan pemerintah daerah.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menjelaskan dampak ekonomi dari peningkatan Produksi Gabah Sidrap ini. Pada tahun 2024, dengan harga Rp4.800 per kilogram, produksi GKP menghasilkan nilai Rp2,56 triliun. Angka ini melonjak tajam pada tahun 2025.
Dengan produksi GKP sebesar 663.819 ton dan harga Rp6.800 per kilogram pada tahun 2025, nilai yang dihasilkan mencapai Rp4,51 triliun. Ini menunjukkan kenaikan pendapatan sebesar Rp1,94 triliun bagi petani dan ekonomi daerah. Kenaikan ini sangat berarti bagi kesejahteraan masyarakat Sidrap.
Advertisement
Syaharuddin Alrif menargetkan kenaikan Produksi Gabah Sidrap tahun ini mencapai 800 ribu sampai satu juta ton. Target ambisius ini akan disesuaikan dengan tiga kali masa panen dalam setahun. Komitmen ini menunjukkan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan hasil pertanian.
Advertisement
Selain fokus pada gabah, Bupati Sidrap juga berkomitmen menjadikan Sidrap sebagai sentra telur ayam di Sulawesi Selatan. Data BPS tahun 2025 menunjukkan keberhasilan pemberdayaan peternak telur dengan pendirian 557 rumah tangga produksi. Inisiatif ini memperluas kontribusi Sidrap pada ketahanan pangan.
Pemerintah Kabupaten Sidrap menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas dukungannya yang berkelanjutan. Bulog telah membeli gabah dari petani sesuai aturan harga yang berlaku. Dukungan ini memberikan kepastian pasar dan harga yang stabil bagi petani.
Capaian di sektor pertanian dan ketahanan pangan akan terus ditingkatkan melalui berbagai program dan kebijakan. Perum Bulog berperan penting dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan.
Advertisement
Pada November 2025, Pemkab Sidrap bahkan telah mengirimkan puluhan mobil truk pengangkut telur ayam ke berbagai daerah. Pengiriman ini bertujuan memenuhi kebutuhan protein, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini menunjukkan Sidrap tidak hanya fokus pada gabah tetapi juga komoditas pangan lainnya.
Sumber: AntaraNews