Menguak Keamanan Super Canggih Garasi KPK Berisi Harta Rampasan Koruptor
Mobil hingga motor gede hasil rasuah itu mejeng di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Mobil jenis sport berkelir oranye terparkir di salah satu ruangan dengan set ala rak garasi. Warna mobil itu paling mentereng di antara beberapa kendaraan roda empat terparkir lainnya. Tongkrongannya memikat hati orang pertama kali melihatnya. Mobil itu mejeng di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Mobil itu percis terpampang di antara dua jet darat lainnya. Mengkilap. Menggambarkan perawatan rutin seperti mobil mewah yang rajin diurus pemiliknya.
Mobil tersebut milik mantan Bupati Kutai Kertanegara (Kukar) Rita Widyasari. Kendaraan itu disimpan di salah satu garasi mobil penyitaan KPK bersama kendaraan lain hasil tindak pidana korupsi. Mobil itu disimpan di ruangan Rupbasan KPK dengan sistem keamanan yang berlapis.
Pengamanan Ketat
Pengamanan ketat bukan hanya di ruang penyimpanan barang bukti hasil praktik rasuah. Pengamanan ketat diberlakukan menuju Rupbanas KPK. Saat baru tiba, protokoler ketat dilakukan pihak pamdal menyambut pengunjung. Belum lagi kamera pengawas bergantungan di tiap sudut gedung. Mengawasi segala jenis pergerakan 24 jam.
Untuk bisa masuk ke dalam gedung seluas 7.831 meter itu dibutuhkan ID khusus. Tak sembarang orang bisa masuk.
Sistem keamanan juga cukup canggih. Salah satu alat keamanan itu berupa sensor tangan para pegawai KPK. Sensor ini bekerja sesuai tangan pegawai KPK terdaftar dan terpasang di ruang kerja hingga tempat penyitaan barang hasil rasuah.
"Yang paling rendah itu (keamanan) yang bawah ya untuk layanan umum di depan fornt desk, (lobby) tingkat kemanan paling rendah. Kalau yag sedang itu di ruang kerja di lantai 1, yang lainnya sih level tinggi," kata Dirlabuksi KPK, Mungki Hadipratiko saat berbincang dengan kepada merdeka.com di lokasi, Selasa (7/1).
Akses ke Ruang Penyimpanan Barang Sitaan KPK
Untuk menuju ruangan garasi mobil, sekiranya bisa menggunakan beberapa mengakses, tangga darurat, lift, ataupun lift mobil dengan batasan maksimal hingga 4.000 Kilogram. Lagi-lagi, semua akses itu harus menggunakan sensor tangan yang sudah terdaftar disistem.
Sejauh mata memandang, hanya ada sederet mobil kelas menengah ke atas seperti Honda Brio, Tesla, Toyota Alphard, dan yang paling gagah Toyota Land Cruiser yang masih apik terjaga tersusun layaknya sebuah rak.
Sesisi ruangan dengan cat tembok abu. Setiap sisi tersela udara masuk sengaja didesain demi mejaga keawetan barang rasuah agar tidak mengurangi nilai apabila kendaraan sitaan itu akan dilelang dan hasilnya akan dikembalikan ke negara.
Beda halnya dengan garasi sitaan kendaraan bermotor. Lokasinya ditempatkan di lantai yang berbeda. Sistem keamananya yang menggunakan gembok bukan sembarang gembok.
Gembok itu sudah terakreditasi menggunakan sistem Artificial Intelegent (AI) dengan menggunakan kunci khusus. Dibukanya suara motor gede (Moge) langsung yang hendak dilakukan perawatan menggelegar satu lantai.
Suara bising semakin menyeruak ketika moge itu digas bersamaan sambil berjalan perlahan dipindahkan ke lift kendaraan satu persatu guna maintenance.
Tidak ketinggalan, motor vespa merah modern yang masih menujukkan angka 8 Km ikut diangkut guna perawatan.
Pintu Berlapis
Keamanan ketat juga diterapkan di balik pintu besi merah berlapis dua yang menyimpan banyak sekali segudang arsip dan barang-barang mewah yang dapat memikat hati perempuan yang melihatnya.
Bukan sembarang keamanan yang diterapkan di balik bilik merah itu, dibutuhkan akses sensor tangan dua orang pegawai Rupbasan KPK sebelum bisa memasuki ruangan tersebut.
"Dibuat pengamanan ketat karena memang digedung ini yang disimpan barangnya termasuk ketegori barang-barang yang sangat berharga, ada uang, logam mulia, emas, barang surat-surat berharga," ujar Mungki.
Anggaran Alat Keamanan Rp30 Miliar
Meskipun barang sitaan, tidak ada satupun bau apek tercium karena sepatu atau tas kulit yang sudah kepalang panas, ataupun bercak-bercak yang bisa memudarkan warna pada barang sitaan itu.
Ruangan demi ruangan bersekat tembok abu-abu terasa sejuk ketika memasukinya dengan suhu yang berbeda-beda diatur sedemikian rupa demi keamanan dan keutuhan barang.
Sebagai salah satu lokasi objek vital dengan anggaran alat keamanan kurang lebih Rp30 miliar memang patut diacungi jempol sebagai salah satu tempat pengelolaan penyimpanan perawatan barang bukti dengan desain yang gedung mengambil refrensi dari kepolisian dari Kanada.
"Jadi awal mula kita ingin mencari gedung yang representatif untuk melakukan pengelolaan penyimpanan perawatan barang bukti. Dan ternyata di Indonesia itu belum ada standarnya," kata Mungki.