Mengintip Fasilitas Kamar Tidur dan Peralatan Dipakai Murid Sumedang Selama di Barak Militer
Total ada 40 anak sedang 'digembleng' di Markas Komando Militer (Kodim) 0610 Sumedang.
Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membina anak-anak nakal di barak militer mulai ditindaklanjuti bawahannya. Beberapa daerah kota dan kabupaten juga mulai menerapkan kebijakan itu.
Salah satunya Pemkab Sumedang. Dilihat dari akun Instagram miliknya, Bupati Sumedang Dody Ahmad Munir.
Dia tampak mengunjungi Markas Komando Militer (Kodim) 0610 Sumedang dan menyapa para murid yang sedang menjalani pembinaan. Total ada 40 anak sedang 'digembleng' di sana.
"Anak-anak Sumedang harus menjadi MAUNG, Manusia Unggul. Menjadi Panca Waluya : Cageur, Bageur, Bener, Pinter tur Singer," tulis Dody, yang kemudian dikutip merdeka.com, Jumat (9/5).
Selain menyapa siswa, dia juga sempat mengunjungi bangsal atau kamar para siswa. Dody juga sempat merebahkan badannya di tempat tidur para siswa.
Dia juga sempat memperlihatkan barang-barang yang digunakan para siswa selama menjalani pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan. Mulai dari botol minum, topi hingga tas.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi santai pro dan kontra yang muncul terkait kebijakannya menempatkan anak-anak usia sekolah yang terlibat kenakalan remaja ke barak militer.
Dedi Mulyadi menyebut. rencana tersebut merupakan bagian dari program pendidikan karakter yang ia inisiasi. Meskipun banyak kritik yang muncul, Dedi menegaskan tidak akan mundur dan yang dilakukannya demi kepentingan bangsa.
"Setiap perbuatan yang bertujuan demi kebaikan dan kebangsaan, nasionalisme di Indonesia itu sudah terbiasa," ujarnya dalam unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71, yang dikutip pada Senin, (5/5).
Dedi mengakui sudah biasa menghadapi kritik terkait kebijakannya. Dia tetap pada keyakinannya menjalani kebijakan itu.
"Anda kan tahu saya dari dulu jadi bupati Purwakarta. Berbagai hal saya hadapi, berbagai tuduhan, sangkaan, nyinyir, kebencian. Kan gak ada problem, tetapi pada akhirnya orang merasakan," tuturnya.
Dedi menambahkan, seorang pemimpin harus teguh dalam menjalankan pemikiran dan gagasannya.
"Kalau jadi pemimpin itu harus seteguh batu karang, kalau ada yang menjadi pemikiran dan gagasannya itu adalah demi kebaikan bangsa, jangan pernah menyerah," ujarnya.