Cara 'Barak Militer' Dikritik, Dedi Mulyadi Tantang Balik KPAI Bikin Program Atasi Anak Nakal
Kalau KPAI sibuk terus mengurus persoalan tempat tidur dan sejenisnya, maka tidak akan bisa menyelesaikan problem,” ujar Dedi Mulyadi.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis hasil temuannya terkait kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi mengirimkan anak-anak 'nakal' ke barak militer. KPAI menilai kebijakan itu telah melanggar prinsip anak.
Selain itu, KPAI juga menilai belum ada SOP baku terkait kebijakan itu.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi reaksi KPAI. Dedi menyarankan KPAI tidak hanya mengoreksi program Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Bela Negara Kekhususan yang digagas pihaknya. Melainkan ikut mengambil langkah terkait isu.
"KPAI harusnya arahnya hari ini bukan mengoreksi kekurangan dari kegiatan yang dilakukan untuk penanganan darurat dari sebuah problem,” ujar Dedi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Senin (19/5).
KPAI dalam temuannya juga menyebut siswa yang mengikuti program tersebut tidak ditentukan berdasarkan asesmen psikolog profesional, tetapi hanya rekomendasi guru bimbingan konseling (BK), serta mencatat 6,7 persen siswa menyatakan tidak mengetahui alasan mengikuti program itu.
"Yang harus dilakukan KPAI adalah mengambil langkah untuk menyelesaikan berbagai problem yang dialami oleh anak-anak remaja kita. Apakah itu karena problem di rumahnya, atau sekolahnya, yang akhirnya mengarah kepada tindak kriminal," katanya.
Dedi kemudian menantang KPAI membuat program yang menyasar ribuan siswa bermasalah di Jabar untuk dididik agar masalah tersebut selesai.
“Kalau KPAI sibuk terus mengurus persoalan tempat tidur dan sejenisnya, maka tidak akan bisa menyelesaikan problem,” ujarnya.
Seharusnya, kata Dedi, sebagai lembaga yang berfokus pada anak KPAI bisa melihat dampak terhadap siswa bermasalah yang mengikuti program Pemerintah Provinsi Jabar tersebut.
"KPAI bisa lihat dong kemarin 39 anak sudah selesai, bagaimana keadaan anak itu, disiplinnya, kemudian rasa empatinya, bahkan dia menangis di depan ibunya mencium kakinya. Kan belum tentu itu didapatkan pendidikan di sekolah,” katanya.
Bakal Bina 15-20 Siswa Bermasalah
Sementara itu, dia mengatakan bahwa pada Selasa (20/5), sebanyak 273 siswa akan lulus dari program yang berlangsung di Depo Pendidikan Bela Negara Resimen Induk Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, tersebut.
Dia lantas mengatakan bahwa Pemprov Jabar di masa mendatang berencana membina 15-20 ribu siswa bermasalah melalui program Pendidikan Karakter, Disiplin, dan Bela Negara Kekhususan.