Segini Biaya Pendidikan Karakter 100 Anak Depok di Barak Militer, buat Apa Saja?
Selama di asrama, anak-anak tidak boleh memegang HP.
Pemerintah Kota Depok menggelontorkan dana sekitar Rp120 juta untuk program Pendidikan Karakter. Dana tersebut untuk keperluan 100 anak yang akan ditampung di Divisi 1 Kostrad Cilodong, Depok selama 10 hari. Program ini dimulai 1 hingga 10 Juni 2025.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan, secara umum dana yang digelontorkan sekitar Rp120 juta. Diambil dari pagu anggara di dinasnya.
“Iya, dari ada di kegiatan Kesbangpol. Sekitar Rp120-an (juta) lah kalau enggak salah ya,” katanya usai meninjau lokasi barak militer, Rabu (28/5).
Lienda tidak dapat merinci apa saja kebutuhan yang diperlukan dari dana yang digelontorkan tersebut.
“Karena banyak item-item yang juga di situ,” ujarnya.
Tidak Boleh Pakai HP
Aster Divisi 1 Kostrad, Kolonel Inf Wira Muharromah mengatakan ada tiga hal materi yang akan diberikan pada siswa selama mengikuti pendidikan. Yang pertama, mengenai kedisiplinan. Kedua tentang wawasan kebangsaan. Kemudian yang terakhir adalah dari Dinas Pendidikan yaitu untuk pembelajaran.
“Tiga hal ini yang kita kombinasikan agar mereka setelah melaksanakan penguatan karakter, pengembangan karakter, pembinaan karakter, mereka harapan kami adalah terbiasa dengan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Dalam pendidikan selama di barak, hak anak untuk belajar secara akademis juga tidak terbengkalai. Karena Disdik Kota Depok juga akan melakukan pendampingan dan memberikan materi.
“Betul, karena dari Dinas Pendidikan juga harus turut andil. Ini menghadapi anak-anak umur 13 sampai dengan 15, mereka juga masih akan menghadapi ujian. kita ketahui bersama, kalau tidak salah tanggal 9-10 Juni itu mereka ujian. Jadi kita fokuskan jam belajar ya jam belajar, jam istirahat ya jam istirahat, ibadah ya ibadah. Jadi tidak ada waktu untuk kegiatan yang lain-lain seperti main game, kegiatan yang tidak berguna,” ujarnya.
Dipastikan selama di barak, para siswa tidak boleh menggunakan handphone.“Sepertinya demikian,” tegasnya.Untuk jumlah pelatih dan pendamping nanti akan disesuaikan kebutuhan. Idealnya, satu pelatih mendampingi 10 anak.
“Nanti akan kami sesuaikan dengan jumlahnya berapa. Satu pelatih biasanya menghandle 10 orang,” pungkasnya.