Sebanyak 98 pelajar Kota Depok hari ini selesai mengikuti program Pendidikan Bela Negara. Selama 10 hari mereka mengikuti pendidikan semi militer di Markas Kostrad Cilodong, Depok. Hari ini seluruh peserta dijemput oleh orang tua masing-masing usai pelepasan.
Suasana haru terlihat saat para orang tua menghampiri anak-anaknya. Tangisan pun pecah saat Ketika orang tua memeluk anak-anak yang mengenakan seragam bernuansa militer.
Dari sejumlah peserta, ada salah satu yang enggan pulang karena merasa betah berada di barak militer. “Enggak mau pulang,” kata Ridona, salah satu peserta yang ditemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat penutupan, Senin (9/6).
Ridona mengaku tidak betah di rumah karena kerap dimarahi. Dia pun mengaku memilih tinggal di barak dibanding di rumahnya.
“Kadang-kadang suka marah-marah,” akunya.
Mendengar ungkapan tersebut, Dedi pun menuturkan bahwa siswa yang sudah selesai ikut program ini bisa tetap datang ke tempat latihan sepekan sekali.
“Tapi kan tetap harus pulang. Nanti kalau senang ke sini, kamu seminggu sekali ke sini. Sekarang pulang ya,” kata Dedi sambal mengusap kepala Ridona.
Advertisement
Pendidikan di Barak Militer Tidak Menakutkan
Dedi menuturkan, ini menunjukkan bahwa pendidikan di barak militer bukanlah hal yang menakutkan. Program ini dianggap dapat mengatasi permasalahan anak-anak bermasalah.
“Pak wali kota untuk menangani anak-anak dan kita bisa lihat loh bagaimana anak-anak itu menangis enggak mau pulang, bukannya menangis dia merasa mendapat sesuatu yang tidak nyaman, dia menangis enggak mau pulang saking betahnya. Artinya bahwa pendidikan di barak militer itu tidak menyeramkan sebagaimana orang gambarkan,” kata Dedi.
Dia menegaskan, dengan mengikuti program ini justru anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tumbuh rasa kemanusiaan. Bahkan pelatih yang ada di barak militer pun bisa menjadi orang tua selama berada di barak.
“Tetapi justru rasa-rasa kemanusiaan justru tumbuh di sini. Di mana para pelatih tumbuh sebagai orang tua mereka. Dan mereka dengan pelatihnya sangat dekat dan belum tentu didapatkan di tempat lain. Bahkan kalau tempat lain mahal lho bayarnya pendidikan seperti ini, di sini gratis difasilitasi oleh wali kotanya,” pungkasnya.