Kisah Luis de la Fuente, Dari Pelatih Divisi Tiga sampai Bawa Spanyol Juara Dunia

Dalam kurun kurang dari empat tahun menangani tim senior, ia sukses mempersembahkan tiga trofi bergengsi.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Kisah Luis de la Fuente, Dari Pelatih Divisi Tiga sampai Bawa Spanyol Juara Dunia
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente bersama trofi Piala Dunia 2026. (AFP/Justin Setterfield)

Luis de la Fuente kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih tim nasional terbaik di dunia. Juru taktik berusia 65 tahun itu menjadi sosok di balik keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada final di Stadion MetLife, New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Gelar tersebut melengkapi koleksi prestasi De la Fuente bersama La Roja. Dalam kurun kurang dari empat tahun menangani tim senior, ia sukses mempersembahkan tiga trofi bergengsi, yakni UEFA Nations League 2022/2023, Euro 2024, dan kini Piala Dunia 2026.

Menariknya, kesuksesan itu tidak dibangun dari reputasi mentereng di level klub. Sebelum bergabung dengan federasi sepak bola Spanyol (RFEF), De la Fuente hanya memiliki pengalaman singkat melatih Deportivo Alaves di divisi ketiga Liga Spanyol. Masa jabatannya berakhir setelah 11 pertandingan, membuat karier kepelatihannya sempat dipandang sebelah mata.

Momentum kebangkitan datang pada 2013 ketika ia dipercaya menangani tim nasional kelompok umur Spanyol. Dari sinilah De la Fuente membangun fondasi generasi emas baru. Ia membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa U-19 pada 2015, kemudian mengantarkan tim U-21 menjadi juara Eropa pada 2019. Selain itu, ia juga mempersembahkan medali perak Olimpiade Tokyo 2020 bersama tim U-23.

Keberhasilan di level junior membuat RFEF menunjuknya sebagai pelatih tim senior pada akhir 2022 menggantikan Luis Enrique. Salah satu kekuatan utama De la Fuente adalah kedekatannya dengan para pemain. Sebagian besar skuad yang kini menjadi tulang punggung Spanyol, seperti Pedri, Gavi, Lamine Yamal, Nico Williams, hingga Ferran Torres, pernah berada dalam sistem pembinaan yang dipimpinnya atau berkembang di bawah filosofi yang ia bangun.

Rahasia Racikan De la Fuente

FIFA menilai kemampuan terbesar De la Fuente bukan hanya soal taktik, tetapi juga manajemen manusia. Berkat pengalamannya lebih dari satu dekade di struktur tim nasional, ia dinilai mampu membangun suasana kekeluargaan, memahami karakter pemain, dan menjaga harmoni di dalam skuad.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor penting di balik konsistensi Spanyol dalam beberapa turnamen besar. Keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2026 sekaligus mempertegas perjalanan luar biasa De la Fuente.

Dari pelatih yang pernah tersisih di kasta ketiga sepak bola Spanyol, ia kini menjelma menjadi arsitek generasi emas baru La Roja dengan mempersembahkan tiga gelar mayor secara beruntun di level tim nasional.

Rekomendasi