Spanyol mengakhiri penantian 16 tahun untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia. La Roja memastikan gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah usai menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor 1-0 pada partai final di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Gol Ferran Torres pada babak tambahan menjadi pembeda sekaligus mengantarkan Spanyol kembali ke puncak sepak bola dunia.
Perjalanan Spanyol menuju gelar tidak dimulai dengan mulus. Pada laga pembuka Grup H, tim asuhan Luis de la Fuente ditahan imbang debutan Piala Dunia, Tanjung Verde (Cape Verde), tanpa gol. Meski menguasai jalannya pertandingan, Spanyol gagal membobol gawang lawan yang tampil disiplin.
La Roja bangkit pada pertandingan kedua dengan membantai Arab Saudi 4-0. Kemenangan telak itu menjadi titik balik performa Spanyol sekaligus memperlihatkan kualitas lini serang yang mulai menemukan ritme permainan.
Pada laga terakhir grup, Spanyol mengalahkan Uruguay 1-0 berkat gol Álex Baena. Hasil tersebut memastikan mereka lolos ke fase gugur sebagai juara Grup H dengan catatan belum sekalipun kebobolan.
Memasuki babak 32 besar, Spanyol tampil dominan saat menyingkirkan Austria dengan skor 3-0. Kemenangan itu menjadi sinyal bahwa mereka mulai menjelma sebagai kandidat kuat juara.
Ujian sesungguhnya datang pada babak 16 besar ketika harus menghadapi Portugal. Duel dua negara Semenanjung Iberia berlangsung ketat, namun Spanyol mampu menang tipis 1-0 untuk mengamankan tiket ke perempat final.
Di perempat final, Spanyol kembali menghadapi lawan berat, Belgia. Meski sempat mendapat perlawanan sengit, La Roja berhasil menang 2-1 dan melangkah ke empat besar.
Performa impresif berlanjut di semifinal. Spanyol berhasil menumbangkan Prancis 2-0 dalam duel sesama raksasa Eropa untuk memastikan tempat di partai puncak.
Pada final, Spanyol tampil lebih dominan dibanding Argentina. Setelah bermain imbang tanpa gol selama 90 menit, Ferran Torres memecah kebuntuan pada menit ke-106. Argentina semakin kesulitan setelah Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua di penghujung waktu normal. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai dan memastikan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah edisi 2010 di Afrika Selatan.
Sepanjang turnamen, Spanyol mencatatkan rekor yang mengesankan. Dari delapan pertandingan, mereka tidak pernah kalah dan hanya kebobolan satu gol, menjadikannya salah satu catatan pertahanan terbaik dalam sejarah juara Piala Dunia. Gelar ini juga melengkapi era keemasan Luis de la Fuente setelah sebelumnya mempersembahkan UEFA Nations League 2023 dan Euro 2024 untuk La Roja.