7 Cara Membuat Penahan Pintu dari Barang yang Ada di Rumah, Praktis Tanpa Beli Baru

Tak perlu beli baru, simak 7 cara membuat penahan pintu dari barang yang ada di rumah. Praktis, murah, dan mudah dibuat sendiri.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Cara Membuat Penahan Pintu dari Barang yang Ada di Rumah, Praktis Tanpa Beli Baru
Memperluas Ukuran Lebar dan Tinggi Pintu Masuk Ruangan. Foto: AI Generated

Pintu yang sering bergerak sendiri, menutup karena terkena angin, atau bahkan membanting cukup mengganggu aktivitas di rumah. Masalah sederhana ini sebenarnya bisa diatasi dengan penahan pintu agar posisi pintu tetap stabil. Namun, Anda tidak selalu harus membeli door stopper khusus karena beberapa barang yang sudah tersedia di rumah ternyata bisa dimanfaatkan untuk membuatnya.

Cara membuat penahan pintu dari barang yang ada di rumah juga relatif mudah dan tidak membutuhkan peralatan rumit. Benda-benda sederhana seperti karet, kain, botol bekas, hingga barang rumah tangga yang sudah tidak terpakai dapat diubah menjadi penahan yang fungsional, selama memiliki bentuk dan bobot yang sesuai.

Selain lebih hemat, memanfaatkan barang yang sudah ada juga bisa menjadi cara praktis untuk mengurangi barang yang menumpuk di rumah. Lantas bagaimana saja cara membuat penahan pintu dari barang yang ada di rumah? Melansir dari berbagai sumber, Sabtu (5/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Gunakan Kain atau Handuk Bekas yang Digulung

Ilustrasi handuk/freepik.com/lifeforstock
Ilustrasi handuk (Foto dok: Freepik/lifeforstock).

Kain atau handuk bekas bisa menjadi salah satu bahan paling sederhana untuk membuat penahan pintu. Caranya cukup mudah, yaitu pilih kain yang sudah tidak digunakan, kemudian gulung atau lipat hingga membentuk gulungan yang cukup padat. Setelah itu, letakkan gulungan tersebut tepat di bagian bawah pintu, terutama pada sisi yang berlawanan dengan arah pintu bergerak. Tekanan dari daun pintu akan membuat gulungan kain berfungsi sebagai pengganjal sehingga pintu tidak mudah bergeser atau menutup sendiri.

Agar lebih efektif, gunakan kain yang cukup tebal dan memiliki tekstur yang tidak terlalu licin. Handuk bekas, keset kecil, atau beberapa potong kain yang disatukan biasanya lebih baik dibandingkan kain tipis karena bobot dan ketebalannya mampu memberikan tahanan lebih kuat. Jika pintu cukup berat, gulungan kain dapat dibuat lebih besar atau dilapisi beberapa kali agar tidak mudah tergeser ketika pintu terkena angin.

Cara ini sangat cocok untuk penggunaan sementara atau pintu yang hanya perlu ditahan dalam posisi terbuka selama beberapa waktu. Selain tidak membutuhkan alat khusus, kain juga tidak berisiko menggores permukaan pintu maupun lantai. Namun, pastikan kain tetap bersih dan kering agar tidak menimbulkan bau atau menjadi tempat berkumpulnya debu, terutama jika diletakkan di area yang lembap.

2. Manfaatkan Botol Plastik Bekas yang Diisi Air atau Pasir

Ilustrasi Botol Plastik
Ilustrasi Botol Plastik (Credit: pexels.com/Renee)

Botol plastik bekas juga dapat diubah menjadi penahan pintu sederhana dengan memanfaatkan bobotnya. Pilih botol dengan ukuran yang cukup kokoh, kemudian bersihkan dan keringkan sebelum digunakan. Botol tersebut bisa diisi air untuk mendapatkan tambahan berat, tetapi jika membutuhkan penahan yang lebih stabil, pasir atau kerikil kecil dapat digunakan sebagai isi. Setelah cukup berat, letakkan botol di dekat bagian bawah pintu sehingga pergerakan pintu tertahan oleh botol tersebut.

Jumlah isi di dalam botol dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk pintu ringan, botol yang hanya diisi sebagian mungkin sudah cukup, sedangkan pintu yang lebih berat membutuhkan bobot lebih besar. Pastikan tutup botol terpasang dengan kuat jika menggunakan air agar tidak terjadi kebocoran. Jika menggunakan pasir atau kerikil, pastikan botol dalam kondisi baik dan tidak memiliki retakan yang dapat membuat isinya berhamburan.

Supaya lantai tidak tergores dan botol tidak mudah bergeser, bagian bawahnya dapat dilapisi kain, karet, atau potongan bahan yang memiliki daya cengkeram. Hindari menempatkan botol pada posisi yang menjadi jalur utama orang berjalan karena dapat menyebabkan tersandung. Metode ini lebih tepat digunakan ketika penahan pintu membutuhkan bobot tambahan dan tidak masalah jika benda tersebut terlihat di area sekitar pintu.

3. Pakai Karet atau Ban Bekas sebagai Pengganjal

Cara Membuat Kolam Mini dari Ban Bekas/AI Generated
Cara Membuat Kolam Mini dari Ban Bekas/AI Generated

Karet memiliki tekstur yang relatif kesat sehingga dapat membantu mengurangi pergeseran antara penahan dan permukaan lantai. Jika memiliki potongan karet bekas, seperti bagian dari alas karet, karpet antiselip, atau bahan karet lainnya, benda tersebut bisa dimanfaatkan sebagai penahan pintu. Potong karet menjadi ukuran yang sesuai, lalu lipat beberapa kali jika materialnya terlalu tipis. Selanjutnya, sisipkan bagian karet di bawah sisi pintu yang ingin ditahan.

Keunggulan bahan karet terletak pada kemampuannya menciptakan gesekan. Ketika pintu mencoba bergerak, permukaan karet dapat membantu menahan gerakan tersebut sehingga pintu tidak mudah bergeser. Untuk pintu yang celah bawahnya cukup tinggi, beberapa lapisan karet dapat disusun menjadi lebih tebal. Sebaliknya, untuk celah yang sempit, gunakan potongan karet yang lebih tipis agar tidak perlu dipaksakan masuk.

Sebelum digunakan, pastikan karet bersih dan tidak memiliki bagian tajam yang dapat menggores lantai atau merusak permukaan pintu. Jika menggunakan material dari benda bekas, periksa terlebih dahulu apakah terdapat kawat, serpihan keras, atau bagian yang mudah lepas. Penahan berbahan karet juga sebaiknya tidak dibuat terlalu tebal hingga menyebabkan pintu terangkat atau engsel menerima tekanan yang tidak diperlukan.

4. Ubah Kaos Bekas Menjadi Penahan Pintu Berisi Kain

Ubah Kaos Bekas Menjadi Penahan Pintu Berisi Kain
Ubah Kaos Bekas Menjadi Penahan Pintu Berisi Kain (Ilustrasi: Pixabay/Alan Frijns).

Kaos lama yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan dengan cara yang sedikit lebih kreatif. Masukkan beberapa potong kain, kaus kaki bekas, atau bahan tekstil lain ke dalam kaos hingga membentuk bantalan yang cukup padat. Setelah isinya dirasa cukup, ikat bagian ujung kaos dengan kuat agar isian tidak keluar. Bentuknya yang menyerupai bantal kecil membuat benda ini dapat diletakkan di bawah atau di belakang pintu sebagai penahan.

Metode ini cocok jika ingin membuat penahan pintu yang lebih berat tetapi tetap lunak. Isi dari kaos dapat disesuaikan dengan kebutuhan sehingga ukuran dan bobotnya lebih mudah dikontrol. Jika pintu hanya perlu ditahan agar tidak menutup karena hembusan angin ringan, isian tidak perlu terlalu padat. Namun, untuk pintu yang lebih berat, tambahkan kain atau bahan tekstil hingga bantalan memiliki bobot dan bentuk yang lebih stabil.

Selain praktis, penahan seperti ini relatif aman untuk digunakan di dalam rumah karena permukaannya tidak keras. Meski begitu, hindari menggunakan benda tersebut di area yang mudah terkena air. Kain yang lembap dapat menyimpan bau dan menjadi kurang higienis jika dibiarkan terlalu lama. Bersihkan atau cuci bahan secara berkala, terutama jika penahan pintu sering diletakkan langsung di lantai.

5. Gunakan Buku Tebal sebagai Penahan Sementara

Ilustrasi buku (Foto: Unsplash/Gulfer Ergin)
Ilustrasi buku (Foto: Unsplash/Gulfer Ergin)

Buku tebal yang sudah jarang digunakan juga bisa menjadi solusi ketika membutuhkan penahan pintu secara cepat. Pilih buku yang cukup berat dan memiliki sampul atau bagian luar yang tidak mudah rusak. Letakkan buku secara mendatar di dekat bagian bawah pintu, kemudian atur posisinya hingga daun pintu menyentuh atau tertahan oleh buku tersebut. Untuk meningkatkan daya tahan, beberapa buku dapat ditumpuk dengan posisi yang stabil.

Cara ini paling cocok untuk kondisi sementara, misalnya ketika sedang membersihkan rumah, memindahkan barang, membawa banyak barang keluar-masuk ruangan, atau membutuhkan pintu tetap terbuka selama beberapa saat. Bobot buku membantu memberikan tahanan terhadap pergerakan pintu, sementara bentuknya yang padat membuatnya tidak mudah berubah bentuk. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada berat pintu dan seberapa kuat dorongan angin atau gerakan yang terjadi.

Perhatikan juga kondisi buku dan permukaan lantai sebelum menggunakannya. Jangan memakai buku yang bernilai atau mudah rusak karena bagian bawahnya dapat terkena debu dan kotoran. Jika lantai licin, buku juga bisa bergeser ketika menerima tekanan pintu. Karena itu, menambahkan lapisan kain atau karet tipis di bawah buku dapat membantu meningkatkan cengkeraman sekaligus melindungi permukaan lantai.

6. Manfaatkan Keset atau Karpet Antiselip

Membuat Keset Tidak Mudah Bergeser di Lantai
Cara Membuat Keset Tidak Mudah Bergeser di Lantai (Foto:AI Generated)

Keset yang memiliki bagian bawah berbahan karet atau antiselip dapat dimanfaatkan sebagai penahan pintu, terutama jika pintu hanya sering bergerak akibat permukaan lantai yang licin atau hembusan angin. Cara menggunakannya cukup sederhana. Lipat atau gulung sebagian keset hingga membentuk bantalan, kemudian tempatkan pada bagian bawah pintu yang membutuhkan tahanan. Tekstur keset akan membantu menciptakan gesekan antara pintu, penahan, dan lantai.

Jika keset terlalu tipis, lipat beberapa kali hingga ketebalannya sesuai dengan celah di bawah pintu. Jangan memaksakan keset yang terlalu tebal karena dapat membuat pintu sulit dibuka atau memberikan tekanan berlebih pada bagian bawah daun pintu. Untuk pintu yang memiliki celah cukup besar, keset dapat digulung lebih padat sehingga menghasilkan bentuk yang lebih kokoh.

Selain mudah ditemukan, cara ini memiliki kelebihan karena materialnya memang dirancang untuk tidak mudah bergeser di lantai. Namun, pastikan keset tidak menjadi penghalang di area yang sering dilewati. Letakkan penahan sedekat mungkin dengan pintu tanpa membuat orang yang lewat berisiko tersandung. Jika digunakan setiap hari, bersihkan keset secara rutin agar debu dan kotoran tidak menumpuk di bagian bawah pintu.

7. Susun Beberapa Barang Kecil Menjadi Penahan yang Lebih Stabil

Susun Beberapa Barang Kecil Menjadi Penahan yang Lebih Stabil
Susun Beberapa Barang Kecil Menjadi Penahan yang Lebih Stabil (AI Generated)

Jika tidak memiliki satu benda yang cukup berat untuk menahan pintu, beberapa barang kecil di rumah dapat digabungkan menjadi satu penahan. Misalnya, Anda dapat menggunakan beberapa kain yang dilipat, benda berbahan karet, atau barang rumah tangga lain yang tidak mudah pecah. Susun benda-benda tersebut secara rapat di dekat bagian bawah pintu hingga membentuk pengganjal yang stabil. Prinsipnya adalah menciptakan kombinasi bobot dan gesekan agar pintu tidak mudah bergerak.

Saat menggunakan beberapa barang sekaligus, perhatikan bentuk dan kestabilannya. Hindari menumpuk benda yang mudah jatuh, licin, atau memiliki sudut tajam. Barang yang digunakan sebaiknya tidak mudah pecah apabila terkena tekanan pintu. Untuk hasil yang lebih aman, benda lunak seperti kain atau karet dapat digunakan sebagai lapisan luar sehingga permukaan pintu dan lantai tidak langsung bersentuhan dengan material keras.

Metode ini juga bisa menjadi pilihan ketika membutuhkan penahan pintu dengan ukuran tertentu. Anda dapat menambah atau mengurangi lapisan sesuai dengan lebar celah bawah pintu dan tingkat tahanan yang dibutuhkan. Meski demikian, penahan dari barang rumahan sebaiknya digunakan sesuai kondisi. Jika pintu sangat berat, terus-menerus terkena angin kencang, atau membutuhkan mekanisme penahan permanen, lebih baik menggunakan door stopper atau perangkat penahan pintu yang memang dirancang untuk beban tersebut.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Penahan Pintu dari Barang yang Ada di Rumah

1. Barang apa saja yang bisa digunakan sebagai penahan pintu?

Beberapa barang yang ada di rumah bisa dimanfaatkan sebagai penahan pintu, seperti kain atau handuk bekas, potongan karet, keset antiselip, botol plastik berisi pemberat, hingga benda berat yang stabil. Pilih bahan yang tidak mudah bergeser, tidak mudah pecah, dan tidak memiliki bagian tajam yang dapat merusak lantai atau pintu.

2. Bagaimana cara membuat penahan pintu agar tidak mudah bergeser?

Gunakan bahan dengan permukaan yang memiliki daya cengkeram, seperti karet atau kain bertekstur. Jika menggunakan benda yang bagian bawahnya licin, tambahkan lapisan karet atau kain agar gesekan dengan lantai lebih kuat dan penahan tidak mudah bergeser saat pintu terdorong.

3. Apakah kain bekas bisa digunakan sebagai pengganjal pintu?

Bisa. Kain, handuk, atau kaos bekas dapat digulung atau diisi dengan bahan tekstil lain hingga membentuk bantalan yang cukup padat. Cara ini cocok untuk menahan pintu dari hembusan angin ringan dan memiliki kelebihan karena permukaannya lunak sehingga tidak mudah menggores lantai.

4. Apakah botol plastik berisi air bisa menjadi penahan pintu?

Botol plastik dapat digunakan sebagai penahan dengan menambahkan air, pasir, atau kerikil sebagai pemberat. Namun, botol sebaiknya diletakkan di posisi yang stabil dan tidak berada di jalur orang berjalan agar tidak mudah tersenggol atau menyebabkan orang tersandung.

5. Apakah penahan pintu dari barang rumah tangga aman untuk semua jenis pintu?

Tidak selalu. Penahan sederhana lebih cocok untuk pintu ringan hingga sedang atau untuk penggunaan sementara. Jika pintu sangat berat, sering terkena angin kencang, atau membutuhkan penahan permanen, sebaiknya gunakan door stopper yang memang dirancang sesuai kebutuhan.

Rekomendasi