Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, ratusan siswa dan remaja bermasalah dinyatakan lulus dari Barak Militer pada Selasa, 20 Mei 2025. Artinya, mereka akan meninggalkan barak mulai besok.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengatakan akan memonitor hasil dari pembinaan terhadap anak-anak tersebut selama beberapa pekan di barak militer.
"Ya kita harus, saya kira menarik untuk melihat hasilnya. Tentu tidak bisa secara cepat gitu ya, ya saya kira penting untuk dilakukan evaluasi," kata Bima, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (19/5).
Menurutnya, Dedi perlu melakukan evaluasi atas program tersebut. Jika, memberikan dampak baik maka perlu diperkuat.
Namun, jika ada catatan-catatan atas program tersebut maka perlu dilakukan perbaikan.
"Pak gubernur (Dedi Mulyadi) pasti ada sistem evaluasinya, ya harus dievaluasi bersama. Kalau bagus, ya bisa terus dikuatkan. Kalau ada catatan-catatan, terus pasti diperbaiki," imbuhnya.
Sebagai informasi, 273 pelajar akan menyelesaikan pembinaan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (20/5).
Dedi menyebut, akan ada angkatan berikutnya yang mengikuti pendidikan di barak militer. Dia menyebut, pembinaan di barak untuk membentuk karakter akan terus dilanjutkan.