Marak Perundungan Siswa, Kementerian HAM Sasar Sekolah
Saat ini perundungan sering terjadi di lembaga pendidikan, khususnya sekolah.
Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) kantor wilayah Sulawesi Selatan menyasar Sekolah Menengah Pertaman Negeri (SMPN) 26 Makassar untuk mencegah terjadinya bullying atau perundungan di lingkup pendidikan.
Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kanwil Kementerian HAM Sulsel Idawati Parapak mengatakan isu soal perundungan di lingkup lembaga pendidikan menjadi perhatian.
Alasannya, saat ini perundungan sering terjadi di lembaga pendidikan, khususnya sekolah.
"Hari ini kami melakukan penguatan kapasitas HAM kepada masyarakat dalam hal ini siswa-siswi yang ada di SMPN 26 Kota Makassar. Kami bekerja sama untuk memberikan penguatan kepada siswa-siswi terkait bullying, karena maraknya bullying di tengah-tengah masyarakat dan juga berdampak pada anak-anak sekolah," ujarnya kepada wartawan, Jumat (17/10).
Ia mengaku perundungan terhadap siswa tidak hanya verbal saja, tetapi juga non-verbal. Idawati menyebut dampak perundungan terhadap siswa bukan hanya fisik, tetapi juga psikologi.
"Ini kan dampaknya bullying bisa depresi, masa depannya bisa suram. Ketika dia sering di-bully, akhirnya ini kan berdampak negatif pada masa depannya," tuturnya.
Selain melakukan pemahaman terhadap perundungan, Kementerian HAM Sulsel juga meninjau pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Idawati ingin memastikan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan dengan baik di SMPN 26 Makassar.
"Alhamdulillah, tidak ada kelebihan dari siswa-siswi dan ini juga salah satu tusi (tugas dan fungsi) kami Kementerian HAM untuk turun langsung ke lepangan memantau terkait proses MBG ini," ucapnya.
Sementara Kepala SMPN 26 Makassar Nur Rahmah menambahkan kunjungan Kementerian HAM bisa menjadi edukasi bagi muridnya. Apalagi, pelaksanaan MBG di SMPN 26 Makassar juga turut ditinjau
"Kami bersyukur anak-anak kami, siswa-siswi kami bisa mendapatkan edukasi secara langsung bahayanya Bullying atau perundungan. Kami berharap ini terus dilakukan," ucapnya.