Wujudkan Sekolah Ramah HAM, Kemenkumham Sulsel Awasi Program MBG di SMPN 33 Makassar
Pemantauan dilakukan untuk memastikan program nasional ini berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi para siswa.
Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan Hak Asasi Manusia Kementerian HAM Sulawesi Selatan, Idawati Parapak, meninjau pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 33 Makassar, Jumat, (21/11). Pemantauan dilakukan untuk memastikan program nasional ini berjalan optimal dan memberi manfaat nyata bagi para siswa.
Idawati mendatangi Kelas belajar di mana para siswa menyantap MBG di jam istirahat sembari berdialog dengan siswa untuk mengetahui kualitas makanan serta kesiapan penyedia layanan.
"Kami ke sini karena menjalankan tugas dan fungsi kami, yaitu melakukan pengawasan terhadap proyek nasional. Ini juga bagian dari upaya pemenuhan hak asasi manusia,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya.
Memenuhi hak dasar anak
Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulsel, Daniel Rumsowek menegaskan bahwa langkah turun langsung ke sekolah merupakan bagian penting dari upaya negara memenuhi hak dasar anak, baik melalui pemenuhan gizi maupun perlindungan dari kekerasan psikologis. Selain itu, kata Daniel, Kementerian HAM Sulsel juga memberikan edukasi kepada siswa SMPN 33 Makassar terkait bahaya Bullying.
"Pemantauan MBG dan edukasi anti-bullying ini adalah dua agenda strategis kami. Fokusnya jelas, yakni memastikan pemenuhan hak dasar dan perlindungan anak terus diperkuat di lingkungan pendidikan. Kami ingin anak-anak tumbuh sehat, aman, dan terlindungi," ujar Daniel.
Pelaksana teknis
Ia juga mengajak seluruh unit pelaksana teknis dan pemangku kepentingan pendidikan untuk melanjutkan kolaborasi dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan siswa.
"Upaya perlindungan anak tidak bisa dilakukan satu pihak. Kami dorong semua pihak di sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama memperkuat budaya aman bagi anak,” tambahnya.
Daniel juga mengatakan bahwa pemantauan terhadap program nasional dan penguatan HAM di sekolah ini menjadi bagian dari strategi Kanwil HAM Sulsel untuk menegaskan kehadiran negara dalam melindungi kelompok rentan, khususnya anak didik.
SMPN 33 Makassar
Sementara Wakil Kepala SMPN 33 Makassar, Kusnad menyatakan, pelaksanaan MBG di sekolahnya sejauh ini berjalan baik. Antusiasme siswa menjadi indikator bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar.
"Saya perhatikan makanannya selalu habis, jarang ada yang bersisa, itu artinya enak. Layanannya juga cepat, jam 9 sudah datang karena SMP 33 masuk rute pertama sebelum empat sekolah lainnya," katanya.