Mahasiswa STIK Salurkan Bantuan Banjir Aceh Barat, Wujud Nyata Kepedulian Polri
Mahasiswa STIK Angkatan 83 menyalurkan **bantuan banjir Aceh Barat** kepada warga terdampak di Desa Jambak. Aksi kemanusiaan ini tak hanya meringankan beban, namun juga mempererat sinergi Polri dan masyarakat. Simak selengkapnya!
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan Ke-83/WPS Sindikat VII menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Mereka menyasar warga terdampak banjir bandang di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 21 Februari, sebagai respons cepat terhadap bencana alam yang melanda wilayah tersebut, sekaligus menjadi bagian dari upaya **Mahasiswa STIK Salurkan Bantuan Banjir Aceh Barat**.
Bantuan sosial ini merupakan inisiatif penting yang menegaskan peran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat bencana. Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan menyatakan, “Kegiatan sosial tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat seperti bencana alam.” Penyaluran bantuan bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pasca-bencana.
Proses penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah, memastikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan. Fokus utama diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia dan keluarga kurang mampu. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan di Aceh Barat, menunjukkan komitmen dalam **Mahasiswa STIK Salurkan Bantuan Banjir Aceh Barat**.
Wujud Nyata Pengabdian dan Pembelajaran Calon Perwira Polri
Kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi bagian integral dari rangkaian pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres Aceh Barat. Inisiatif ini sekaligus menjadi bentuk implementasi nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang ditanamkan dalam pendidikan calon perwira Polri. Mahasiswa STIK terlibat aktif dalam kegiatan ini sebagai bagian dari kurikulum mereka, memperkuat pemahaman tentang tugas sosial kepolisian.
AKBP Yhogi Hadisetiawan menegaskan bahwa Polri memiliki tanggung jawab sosial yang luas, tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban. Tanggung jawab tersebut juga mencakup membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. “Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” ujar Kapolres. Ini menunjukkan bahwa **Mahasiswa STIK Salurkan Bantuan Banjir Aceh Barat** adalah bagian dari tanggung jawab tersebut.
Menurut Kapolres, keterlibatan mahasiswa STIK dalam kegiatan kemanusiaan ini menjadi sarana pembelajaran langsung yang sangat berharga. Mereka dapat memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih mendalam. Selain itu, pengalaman ini memperkuat empati serta kepekaan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga, membentuk perwira Polri yang responsif dan berjiwa sosial.
Mempererat Sinergi dan Solidaritas Pasca-Bencana
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca-bencana. “Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pasca-bencana,” kata AKBP Yhogi Hadisetiawan. Dukungan material yang disalurkan menjadi krusial dalam fase pemulihan awal, membantu warga yang terdampak **banjir Aceh Barat**.
Selain dukungan material, kegiatan pembagian bantuan sosial ini juga menghadirkan semangat kebersamaan dan solidaritas. Mahasiswa STIK tidak hanya memberikan barang, tetapi juga menunjukkan kehadiran dan kepedulian. Ini penting untuk membangun kembali moral dan optimisme di kalangan korban bencana, menumbuhkan rasa bahwa mereka tidak sendiri.
Diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin erat melalui kegiatan semacam ini. “Diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam setiap situasi,” tambah Kapolres Aceh Barat. Kolaborasi ini memperkuat ikatan antara institusi kepolisian dan warga, menciptakan lingkungan yang lebih aman, peduli, dan tangguh menghadapi bencana di masa depan.
Sumber: AntaraNews