Legislator RI Dorong Penguatan Kualitas Program Makan Bergizi Gratis di Agam
Anggota DPR RI Ade Rezki Pratama menekankan pentingnya kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Agam untuk investasi generasi sehat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mendorong peningkatan kualitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas memproduksi dan mendistribusikan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam. Penekanan ini disampaikan dalam sosialisasi gizi seimbang di Kecamatan Ampek Angkek pada Rabu (4/3), bertujuan memastikan program tersebut berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurut Ade Rezki, kualitas menjadi prioritas utama, mengingatkan agar SPPG tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga bertanggung jawab terhadap standar gizi dan keamanan pangan. Ia menegaskan bahwa dapur-dapur SPPG yang tidak memenuhi standar atau berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat dapat ditutup demi menjaga integritas Program Makan Bergizi Gratis.
Sosialisasi ini juga menjadi ajang apresiasi terhadap kinerja SPPG di Kecamatan Ampek Angkek yang telah melayani sekitar 8.200 warga tanpa masalah, namun tetap menekankan pentingnya pengawasan yang lebih kuat. Program MBG ini dipandang sebagai bantuan sosial yang krusial untuk membentuk generasi sehat dan cerdas di masa depan.
Pentingnya Kualitas dan Pengawasan dalam Program Makan Bergizi Gratis
Ade Rezki Pratama menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar penyaluran bantuan makanan biasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang. Tujuannya adalah membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan kuat, sekaligus berkontribusi signifikan dalam menekan angka stunting serta wasting di Indonesia. Oleh karena itu, aspek kualitas menjadi sangat fundamental.
Dalam interaksinya dengan masyarakat, Ade Rezki menjelaskan rincian alokasi biaya untuk satu paket MBG yang senilai Rp15 ribu. Dari jumlah tersebut, Rp10 ribu dialokasikan untuk porsi makanan, Rp3 ribu untuk seluruh biaya operasional, dan Rp2 ribu untuk pengembalian investasi. Transparansi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan program.
Di Kecamatan Ampek Angkek sendiri, tercatat ada tiga SPPG yang telah beroperasi secara efektif, memberikan manfaat kepada ribuan warga. Meskipun demikian, pengawasan ketat tetap harus dilakukan untuk memastikan setiap SPPG mematuhi standar yang telah ditetapkan dan tidak terjadi penyimpangan dalam penyediaan Program Makan Bergizi Gratis.
Peran Aktif Masyarakat dalam Mengawal Program Makan Bergizi Gratis
Perwakilan Badan Gizi Nasional, Rina Diana, menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya Program Makan Bergizi Gratis. Sosialisasi ini diharapkan dapat membangkitkan peran serta aktif warga sebagai pengawal utama kesuksesan program pemerintah ini. Masyarakat memiliki hak dan tanggung jawab untuk melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran atau kualitas yang tidak sesuai.
Rina Diana menjelaskan bahwa setiap laporan dari warga terkait SPPG akan diproses dan ditindaklanjuti, bahkan berpotensi menyebabkan pembekuan operasional (suspend) bagi SPPG yang terbukti melanggar. Untuk meningkatkan transparansi, setiap SPPG diwajibkan menampilkan menu makanan harian mereka di media sosial masing-masing, sehingga dapat diawasi secara terbuka oleh publik.
Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan akuntabilitas yang lebih baik dan memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat optimal sesuai tujuannya. Dengan demikian, kualitas gizi yang diterima masyarakat dapat terjaga, serta tujuan besar untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan kuat dapat tercapai melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaksana program, dan masyarakat.
Sumber: AntaraNews