Lapas Manokwari Sediakan Layanan Wartelsuspas Gratis, Jamin Hak Komunikasi Warga Binaan
Lapas Manokwari kini menghadirkan layanan wartelsuspas gratis untuk warga binaan, memastikan hak komunikasi terpenuhi sekaligus mendukung program zero halinar.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari, Papua Barat, telah resmi menyediakan fasilitas warung telekomunikasi khusus pemasyarakatan (wartelsuspas) secara gratis bagi seluruh warga binaan. Inisiatif ini bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak komunikasi para narapidana dengan keluarga serta penasihat hukum mereka.
Kepala Lapas Kelas IIB Manokwari, Adhy Prasetyanto, menjelaskan bahwa layanan ini juga menjadi upaya strategis untuk mencegah penggunaan telepon seluler ilegal di dalam lapas. Hal ini sejalan dengan komitmen lapas dalam mendukung program "zero halinar", yaitu bebas handphone, pungutan liar, dan narkoba.
Fasilitas wartelsuspas ini beroperasi setiap hari dalam dua sesi, dengan sepuluh unit perangkat yang tersedia. Warga binaan dapat menggunakannya setelah mengambil nomor antrean, dengan durasi pemakaian maksimal sepuluh menit per orang.
Memastikan Hak Komunikasi dan Ketertiban Lapas
Penyediaan wartelsuspas di Lapas Manokwari merupakan langkah konkret dalam pemenuhan hak asasi warga binaan untuk tetap terhubung dengan dunia luar. Komunikasi yang lancar dengan keluarga dan penasihat hukum sangat penting bagi proses rehabilitasi serta persiapan reintegrasi mereka ke masyarakat.
Layanan ini dibuka mulai pukul 09.00 WIT hingga 11.00 WIT untuk sesi pertama, kemudian dilanjutkan sesi kedua dari pukul 14.00 WIT sampai 16.00 WIT. Jadwal operasional wartelsuspas dapat disesuaikan apabila terdapat kegiatan khusus di lingkungan lapas.
Meskipun telah ada wartelsuspas, pihak lapas tetap secara berkala melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan seluruh warga binaan mematuhi ketentuan yang berlaku. Hasil sidak menunjukkan masih ditemukan penggunaan telepon seluler ilegal dan alat tajam yang berpotensi mengganggu keamanan.
"Kami sita sekaligus edukasi supaya mereka paham soal aturan dan kewajiban menggunakan sarana wartelsuspas," ujar Adhy Prasetyanto, menegaskan pentingnya edukasi bagi warga binaan. Tindakan ini menunjukkan komitmen lapas dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Inovasi Teknologi untuk Pemantauan dan Hiburan
Lapas Manokwari terus berinovasi dengan berencana menghadirkan peralatan video teleconference (vidcon) modern melalui kerja sama dengan pihak ketiga penyedia jasa. Teknologi ini akan memungkinkan seluruh percakapan warga binaan terekam secara otomatis.
Sistem perekaman otomatis ini akan sangat memudahkan petugas dalam melakukan pemantauan efektif terhadap komunikasi yang tidak diinginkan atau mencurigakan. Saat ini, perangkat yang digunakan merupakan kombinasi dari pembelian baru dan hasil penyitaan dari pelanggaran sebelumnya.
Selain fasilitas komunikasi, Lapas Manokwari juga berupaya menyediakan satu unit televisi sebagai sarana informasi dan hiburan bagi warga binaan. Ketersediaan televisi diharapkan dapat membantu warga binaan dalam melakukan kegiatan yang lebih positif.
"Tentu dengan adanya televisi, warga binaan semakin terhibur karena bisa nonton bersama," kata Adhy, menyoroti manfaat hiburan kolektif. Inisiatif ini menunjukkan perhatian lapas terhadap kesejahteraan mental dan sosial narapidana.
Sumber: AntaraNews