Lapas Kendari dan TNI-Polri Gelar Razia Besar, Pastikan Kondisi Zero Halinar
Lapas Kelas IIA Kendari bersama personel TNI dan Polri melakukan razia gabungan di blok narapidana untuk memastikan tercapainya kondisi Zero Halinar, bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara, bersama dengan personel gabungan dari TNI dan Polri, baru-baru ini menggelar razia besar-besaran di seluruh blok hunian narapidana. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Kendari untuk mewujudkan kondisi Zero Halinar, sebuah akronim yang berarti bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba di lingkungan lapas. Razia intensif ini dilaksanakan pada Senin, 7 April, sebagai langkah proaktif dalam memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kepala Lapas Kelas IIA Kendari, Mukhtar, menjelaskan bahwa razia tersebut juga dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Pelaksanaan razia ini bertepatan dengan momen penting menjelang peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan yang jatuh setiap tanggal 27 April, menegaskan komitmen institusi pemasyarakatan dalam menjaga integritas dan keamanan. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan tidak ada celah bagi peredaran barang-barang terlarang yang dapat mengganggu stabilitas di dalam lapas.
Razia gabungan ini menunjukkan sinergi kuat antara Lapas, TNI, dan Polri dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir praktik-praktik ilegal serta memastikan proses pembinaan narapidana berjalan efektif. Komitmen terhadap Zero Halinar menjadi prioritas untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.
Razia Gabungan dan Temuan Barang Terlarang
Dalam razia yang melibatkan aparat penegak hukum (APH) tersebut, petugas menyisir setiap sudut blok hunian narapidana di Lapas Kendari. Hasil penyisiran ini berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang yang ditemukan di tangan warga binaan. Barang-barang tersebut meliputi handphone, senjata tajam buatan tangan, hingga pengisi daya atau charger yang tidak seharusnya berada di dalam lapas.
Mukhtar menyatakan bahwa pihaknya bersyukur atas kelancaran pelaksanaan razia ini. “Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan razia gabungan dibantu rekan-rekan dari TNI serta jajaran pengamanan. Dari hasil penyisiran, kami mengamankan beberapa barang terlarang seperti handphone, senjata tajam buatan, hingga pengisi daya (charger),” kata Mukhtar.
Temuan barang-barang ini mengindikasikan perlunya pengawasan yang lebih ketat dan berkelanjutan untuk mencegah masuknya benda-benda yang dapat memicu gangguan keamanan. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi Lapas Kendari dalam menjaga kondisi Zero Halinar. Penemuan ini juga menjadi evaluasi untuk terus meningkatkan sistem pengamanan internal.
Komitmen Lapas dalam Pemberantasan Narkoba
Salah satu fokus utama dalam razia gabungan ini adalah pemberantasan peredaran narkotika di lingkungan lapas. Petugas melakukan pemeriksaan intensif untuk mendeteksi keberadaan narkoba, khususnya jenis sabu dan obat-obatan terlarang lainnya. Hasilnya, petugas tidak menemukan adanya paket narkotika di dalam blok hunian narapidana.
Mukhtar menegaskan bahwa nihilnya temuan narkoba dalam razia ini menjadi bukti nyata efektivitas pengawasan internal yang telah berjalan. “Sama sekali tidak ditemukan temuan utama seperti sabu. Ini membuktikan komitmen kami dalam memberantas peredaran gelap narkoba di lingkungan lapas,” ujarnya. Pernyataan ini memperkuat keyakinan akan upaya serius Lapas Kendari dalam memerangi narkoba.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa komitmen Lapas Kendari terhadap kondisi Zero Halinar, khususnya dalam aspek bebas narkoba, telah membuahkan hasil positif. Keberhasilan ini tidak hanya menjaga keamanan internal, tetapi juga mendukung upaya nasional dalam pemberantasan narkotika. Lapas terus berupaya menjadi benteng terakhir dalam memerangi peredaran gelap narkoba.
Agenda Rutin untuk Keamanan Berkelanjutan
Mukhtar menjelaskan bahwa meskipun razia kali ini dilakukan secara serentak dalam skala besar, penggeledahan kamar hunian sebenarnya telah menjadi agenda rutin setiap pekan di Lapas Kelas IIA Kendari. Kegiatan rutin ini merupakan implementasi dari instruksi pimpinan pusat untuk memastikan tidak ada celah bagi warga binaan untuk menyimpan barang-barang yang dilarang oleh regulasi pemasyarakatan.
“Kegiatan ini sudah rutin setiap minggu kami laksanakan. Kami pastikan ke depannya tidak ada lagi barang-barang terlarang yang beredar di dalam blok. Kami ingin menjamin keamanan dan kenyamanan bagi seluruh warga binaan maupun petugas yang berdinas,” tambah Mukhtar. Rutinitas ini adalah kunci untuk mempertahankan kondisi Zero Halinar.
Melalui agenda rutin ini, Lapas Kendari berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembinaan narapidana dan kenyamanan petugas. Komitmen terhadap pengawasan berkelanjutan ini diharapkan dapat mencegah munculnya kembali praktik-praktik ilegal. Dengan demikian, Lapas Kendari terus berupaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas.
Sumber: AntaraNews