Lapas Cikarang Perkuat Komitmen Zero Halinar Melalui Tes Urine Massal
Lapas Kelas IIA Cikarang intensifkan upaya mewujudkan area Zero Halinar dengan menggelar tes urine bagi ratusan petugas dan warga binaan, memastikan lingkungan bebas narkoba dan praktik ilegal.
Lapas Kelas IIA Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini melaksanakan tes urine massal. Kegiatan ini menyasar ratusan petugas dan warga binaan di lingkungan lembaga pemasyarakatan tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk menciptakan area "Zero Halinar" yang bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.
Tes urine ini dilakukan di area pendopo Lapas Cikarang pada Jumat, 9 Januari 2026. Sebanyak 143 petugas, termasuk Kalapas Urip Dharma Yoga dan jajaran pejabat struktural, serta 28 warga binaan, menjadi peserta dalam kegiatan ini. Seluruh proses pengambilan dan pengujian sampel urine diawasi ketat oleh tim Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi dan anggota Polsek Cikarang Pusat.
Hasil tes urine menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba. Keberhasilan ini menegaskan keseriusan Lapas Cikarang dalam menjaga integritas dan keamanan lingkungan. Kegiatan ini juga menindaklanjuti surat dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat terkait pendataan senjata api serta tes urine pegawai dan narapidana.
Upaya Komprehensif Wujudkan Zero Halinar
Kalapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, menjelaskan bahwa tes urine ini merupakan langkah strategis. Ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi penyalahgunaan narkotika di dalam lapas. Pihaknya secara aktif menggandeng aparat penegak hukum dalam setiap pelaksanaan kegiatan pengawasan.
Komitmen Lapas Cikarang untuk mewujudkan Zero Halinar sangat kuat. Mereka bertekad menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih dari segala bentuk pelanggaran. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Uji sampel urine ini sangat penting sebagai deteksi dini. Ini merupakan upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban secara komprehensif di lingkungan lapas. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas di lingkungan lapas.
Tes urine juga berfungsi untuk menguatkan pengawasan internal. Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepatuhan seluruh petugas maupun warga binaan. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga stabilitas keamanan di Lapas Cikarang.
Kolaborasi Lintas Lembaga dan Hasil Positif
Pelaksanaan tes urine di Lapas Cikarang melibatkan kolaborasi erat dengan berbagai pihak. Tim Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi bertanggung jawab atas pengambilan dan pengujian sampel urine. Pengawasan penuh juga diberikan oleh anggota Polsek Cikarang Pusat.
Keterlibatan lembaga eksternal ini menunjukkan transparansi dan akuntabilitas. Ini juga memastikan objektivitas hasil tes yang diperoleh. Kalapas Urip Dharma Yoga menegaskan bahwa pihak-pihak terindikasi akan diprioritaskan dalam tes.
Seluruh 143 petugas dan 28 warga binaan yang mengikuti tes urine menunjukkan hasil negatif. Ini adalah indikator positif dari upaya pencegahan yang telah dilakukan. Hasil ini juga mencerminkan tingkat kepatuhan yang baik di Lapas Cikarang.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada narkoba, tetapi juga merupakan bagian dari upaya yang lebih luas. Ini mencakup penanganan handphone ilegal dan praktik pungutan liar. Lapas Cikarang terus berupaya menjaga lingkungan yang bersih dan tertib.
Sumber: AntaraNews