Tes Narkoba Lapas Gorontalo: Seluruh Petugas dan Warga Binaan Dinyatakan Negatif
Lapas Kelas IIA Gorontalo bersama BNN Kota Gorontalo sukses menggelar tes narkoba bagi seluruh petugas dan warga binaan, menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan lingkungan bersih narkoba dan menjaga integritas institusi.
Gorontalo, Merdeka.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, baru-baru ini melaksanakan tes narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) secara menyeluruh. Kegiatan ini melibatkan seluruh petugas dan warga binaan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Gorontalo ini berhasil mencatat hasil yang menggembirakan. Sebanyak 318 orang, yang terdiri dari petugas dan warga binaan, dinyatakan negatif narkoba.
Pelaksanaan tes ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Kelas IIA Gorontalo dalam mendukung program Pemasyarakatan Bersih dari Narkoba (Bersinar). Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 yang bertujuan memastikan lingkungan Lapas tetap aman, sehat, dan bebas dari barang haram tersebut.
Komitmen Lapas Gorontalo dalam Pencegahan Narkoba
Pelaksana Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo, Sudirman, menyatakan bahwa tes narkoba ini adalah langkah proaktif untuk mendeteksi dini dan memperkuat komitmen dalam memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan metode acak untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas hasilnya.
Setiap peserta yang telah melewati proses registrasi, satu per satu menjalani pemeriksaan dengan cermat dan transparan, sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. “Jumlah keseluruhan warga binaan dan petugas yang menjalani pemeriksaan sebanyak 318 orang. Seluruhnya dinyatakan negatif narkoba,” kata Sudirman.
Hasil negatif ini menjadi indikator kuat bahwa upaya pencegahan dan pengawasan di Lapas Kelas IIA Gorontalo berjalan dengan baik. Ini juga menegaskan keseriusan Lapas dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan bersih dari pengaruh narkoba, sejalan dengan visi Pemasyarakatan Bersinar.
Sinergi BNN dan Lapas Wujudkan Lingkungan Bebas Narkoba
Kepala BNN Kota Gorontalo, Fikri Sjafri, memberikan apresiasi tinggi kepada pihak Lapas Kelas IIA Gorontalo atas inisiatif dan kerja sama dalam menggelar kegiatan tes narkoba ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat penting dalam mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, tidak hanya di lingkungan Lapas tetapi juga di Gorontalo secara umum.
Fikri Sjafri menambahkan, hasil negatif yang diperoleh secara menyeluruh dalam kegiatan ini dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan upaya pencegahan dan pengawasan yang telah dilakukan. “Kami menghargai dan menilai positif langkah proaktif Lapas Kelas IIA Gorontalo. Tentu ini menunjukkan sinergi yang baik dalam upaya mewujudkan lingkungan Lapas yang bersih dari narkoba. Kami berharap komitmen itu terus dijaga dan ditingkatkan,” imbuhnya.
Sinergi antara Lapas dan BNN ini menjadi contoh kolaborasi efektif antarlembaga pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dukungan penuh dari BNN memperkuat legitimasi dan efektivitas program-program pencegahan narkoba di fasilitas pemasyarakatan.
Dampak Positif Tes Narkoba bagi Lingkungan Pemasyarakatan
Pelaksanaan tes narkoba yang rutin dan transparan memiliki dampak positif yang signifikan. Selain memastikan lingkungan Lapas bebas dari narkoba, kegiatan ini juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan keamanan bagi seluruh penghuni dan petugas. Lingkungan yang bersih dari narkoba akan mendukung proses pembinaan warga binaan agar dapat kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, yang jatuh pada 27 April 2026. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian kinerja, memperkuat komitmen integritas, serta meningkatkan profesionalisme jajaran Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Dengan adanya hasil tes yang konsisten negatif, kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan dapat terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa Lapas berkomitmen penuh dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pembinaan yang berintegritas dan bebas dari praktik ilegal.
Sumber: AntaraNews