Praka Rico Pramudia menjadi personel TNI kedua yang gugur akibat serangan artileri yang diindikasikan berasal dari Israel terhadap posisi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 29 Maret lalu.
Perwakilan Indonesia menyiapkan pemulangan jenazah Praka Rico Pramudia yang gugur di Lebanon. Proses administrasi berjalan, keluarga sudah menerima kabar duka.
Kadispenad, Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan bahwa pemakaman menunggu keputusan keluarga. TNI juga memastikan pengawalan hingga jenazah tiba di tanah air.
"Saat ini, proses administrasi pemulangan jenazah almarhum tengah dilaksanakan, dan pihak TNI telah menyampaikan kabar duka kepada keluarga. Rencana pemakaman akan dilaksanakan sesuai dengan keputusan keluarga," kata Donny dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4).
Di tengah situasi keamanan Lebanon Selatan yang dinamis, Donny menyampaikan bahwa TNI meningkatkan kewaspadaan. Seluruh prajurit diminta patuh SOP UNIFIL. "Serta terus memonitor perkembangan situasi di daerah penugasan," ujar dia.
Advertisement
Praka Rico dinyatakan gugur Jumat (24/4) pukul 10.32 waktu setempat di RS St. George, Beirut. Ia sebelumnya kritis akibat luka berat dari insiden 29 Maret 2026. Dengan meninggalnya Rico, total empat prajurit TNI gugur dalam dua insiden terpisah di wilayah misi UNIFIL Lebanon Selatan.
Mereka adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, dan Praka Rico Pramudia.
"Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon Selatan, sehingga total prajurit TNI yang gugur dalam rangkaian insiden sejak 29 Maret 2026 menjadi empat orang," ujar dia.
Advertisement
"TNI memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para prajurit dalam menjalankan tugas mulia sebagai pasukan pemelihara perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa," sambung dia.
Dia mengatakan, TNI menegaskan komitmen menjalankan misi perdamaian dunia secara profesional, dengan keselamatan prajurit sebagai prioritas dan kehormatan bangsa tetap dijaga.