Kronologi Perampokan Sadis di Palembang, Suami Tewas dan Istri Kritis
Perampokan diketahui saat YN dan pembantunya, FR, pulang dari makan di sebelah rumahnya.
Pasangan suami istri di Palembang dirampok yang menyebabkan seorang tewas dan lainnya kritis. Polisi tengah memburu pelaku yang ciri-cirinya sudah diketahui.
Perampokan itu dialami pemilik usaha kerupuk terkenal di Palembang yang berlokasi di kawasan pertokoan 15 Ilir, Selasa (25/11) malam. Korban DM (52), tewas dengan luka di leher dan istrinya YN (40), luka di tempat yang sama dan kini dirawat di rumah sakit.
Perampokan diketahui saat YN dan pembantunya, FR, pulang dari makan di sebelah rumahnya. Begitu masuk, korban mendengar teriakan minta tolong dari suara suaminya.
Tak lama, mereka menemukan korban DM sudah tewas tergeletak dan pelaku masih berdiri di sana. Pelaku lantas menodongkan senjata api ke FR dan meminta uang Rp3 juta.
Takut dibunuh, FR menyerahkan uang yang diminta dari dompet. Kemudian pelaku menggeledah lantai dua rumah.
FR dan anak korban YN masuk ke kamar dan mengunci pintu. Mereka lantas menelpon anggota keluarga lain dengan maksud meminta tolong.
Korban Keluar Rumah dengan Luka Leher
Begitu tiba di depan, saksi lain menemukan korban YN keluar dari rumah toko dengan luka di leher. Korban pun dilarikan ke rumah sakit.
"Pelaku diduga seorang diri," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan, Rabu (26/11).
Dari olah TKP, polisi menemukan jejak kaki pelaku yang terdapat darah korban di dalam ruko. Hal ini menunjukkan pelaku leluasa beraksi meski seorang diri.
Pelaku diduga berusia 30-40 tahun dengsn badan tinggi dan gempal. Namun wajahnya tidak dikenali korban karena memakai penutup muka.
"Pelaku pakai masker hitam, saksi hanya mengenali ciri-ciri fisiknya saja," kata Andrie.